Kehalalan Zat Aditif Pada Makanan

Bagi anda yang suka mengkonsumsi makanan instan, terlebih lagi yang saat ini bermukim di luar negeri, yang sangat sulit untuk memilih makanan yang halal berdasarkan bahan yang terkandung dalam setiap produk. Daftar E berikut ini akan memudahkan anda untuk memilih jenis bahan makanan yang halal (berdasarkan ingredients yang tercantum pada label makanan), yang berdasarkan pengalaman tinggal di negeri asing (non muslim) sangat bermanfaat untuk memilih makanan yang halal.

Tips: Tuliskan jenis E yang jelas keharamannya atau masih samar (syubhat) pada secarik kertas kecil dan masukkan ke dalam dompet anda. Hal ini akan memudahkan anda untuk mengecek setiap jenis “ingredients” yang terdapat pada label bahan manakan, apakah ada enzim yang termasuk haram atau syubhat, agar anda selamat dari jenis makanan tersebut. Semoga bermanfaat!

Kode E Nama Deskripsi Status kehalalan
E100 Curcumin (C.1. 75300) Pewarna Halal jika dalam bentuk murninya
E101 Riboflavin (Lactofavin, Vitamin B2) Pewarna Halal jika diperleh melalui sintetis kimia, syubhat jika diperoleh dari hasil fermentasi karena tergantung kepada status kehalalan media fermentasi yang digunakan
E102 Tartrazine Pewarna Halal
E104 Quinoline Yellow (C.I. 47005) Pewarna Halal
E110 Sunset Yellow FCF/Orange Yellow S Pewarna Halal
E120 Cochineal/Carminic acid Pewarna Halal jika dalam bentuk powder, jika dalam bentuk cair tergantung kepada pelarut yang digunakan. Hal ini berlaku bagi semua jenis pewarna dalam bentuk cair.
E122 Carmoisine/Azorubine (C.I. 14720) Pewarna Halal
E123 Amaranth (C.I. 16185;FD and C Red 2) Pewarna Status kehalalannya tergantung kepada status keamanannya karena di Amerika bahan ini dilarang digunakan. Jika membahayakan kesehatan manusia maka haram digunakan
E124 Ponceau 4R/Cochineal Red A (C.I. 16255) Pewarna Halal
E127 Erythrosine BS (C.I. 45430; FD and C Red 3) Pewarna Halal
E128 Red 2G (C.I. 18050) Pewarna Halal
E129 Allura Red AC (C.I. 16035; Food Red 17; FD and C Red 40) Pewarna Halal
E131 Patent Blue V (C.I. 42051) Pewarna Halal
E132 Indigo Carmine/ Indigotine (C.1. 73015; FD and C Blue 2) Pewarna Halal
E133 Brilliant Blue FCF (C.I. 42090; FD & C Blue 1) Pewarna Halal
E140 Chlorophyll (C.I. 75810) Pewarna Halal jika solven yang ada dalam ekstrak klorofil berada pada konsentrasi dibawah batas yang diizinkan. Jika dalam bentuk kering, kehalalannya tergantung kepada adanya bahan tambahan lain didalam bubuk klorofil
E141 Copper Complex of Chlorophyll Pewarna Halal dengan catatan seperti pada E140
E142 Green S/ Acid Brilliant Green BS (Food green S: Lissamine green; C.I 44090) Pewarna Halal
E150 Caramel
E150a Plain caramel
E150b Caustic sulphite caramel
E150c Ammonia caramel
E150d Sulphite ammonia caramel
Pewarna Halal
E151 Black PN/Brilliant Black BN (C.I. 28440) Pewarna Halal
E153 Carbon Black/ Vegetable Carbon (Charcoal) Pewarna Halal jika seluruhnya berasal dari tanaman, syubhat jika berasal dari tulang hewan, tergantung jenis hewan dan cara penyembelihannya
E154 Brown FK Pewarna Halal
E155 Brown HT Pewarna Halal
E160a Alpha, Beta, Gamma-Carotene (C.1. 75130) Pewarna Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial karoten berstatus syubhat karena kebanyakan karoten berada dalam suatu matriks karena karoten sendiri mudah rusak karena oksidasi. Oleh karena itu kehalalan karoten juga ditentukan oleh kehalalan matriks yang digunakan, salah satu matriks yang dapat digunakan adalah gelatin.
E160b Annatto, Bixin, Norbixin (C.1 75120; Orlean; Rocou) Pewarna Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial berstatus syubhat karena kehalalannya tergantung kepada bahan lainnya yang ditambahkan, jika dalam bentuk emulsi tergantung kepada emulsifier yang digunakan, jika dalam bentuk terenkapsulasi tergantung kepada enkapsulan yang digunakan
E160c Capsanthin/Capsorubin (Paprika extract;Oleoresin) Pewarna sda
E160d Lycopene Pewarna sda
E160e Beta-apo-8-carotenal (C30; ?-8�-apocarotenal) Pewarna sda
E160f Ethyl ester of Beta-apo-8-carotenoic acid (C30) Pewarna sda
E161a Flavoxanthin (C.I. 75135) Pewarna sda
E161b Lutein (C.I. 75135) Pewarna sda
E161c Cryptoxanthin (C.I. 75135) Pewarna sda
E161d Rubixanthin (C.I. 75135) Pewarna sda
E161e Violaxanthin (C.I. 75135) Pewarna sda
E161f Rhodoxanthin (C.I. 75135) Pewarna sda
E161g Canthaxanthin (C.I. 75135) Pewarna sda
E162 Beetroot Red/ Betanin, Betanidin Pewarna Halal
E163 Anthocyanins Pewarna Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya dalam bentuk terenkapsulasi. Enkapsulan yang digunakan masih perlu dicek kehalalannya walaupun kecil kemungkinan menggunakan gelatin, kecuali jika pembuatannya melibatkan proses koaservasi dimana gelatin biasa digunakan dalam enkapsulasi dengan cara koaservasi.
E170 Calcium Carbonate (Chalk) Pewarna-Inorganik Halal jika berasal dari karang, syubhat jika berasal dari tulang binatang
E171 Titanium Dioxide (C.1. 77891) Pewarna-anorganik Halal
E172 Iron Oxides, iron hydroxides yellow/brown-C.1. 77492; red: 7491; brown: 77499) Pewarna-anorganik Halal
E173 Aluminium (C.1. 77000) Pewarna-anorganik Halal
E174 Silver (C.1. 77820) Pewarna-anorganik Halal
E175 Gold Pewarna-anorganik Halal
E180 Pigment Rubine/ Lithol Rubine BK (C.1. 15850) Pewarna-anorganik Halal
E200 Sorbic Acid Pengawet Halal
E201 Sodium Sorbate Pengawet Halal
E202 Potassium Sorbate Pengawet Halal
E203 Calcium Sorbate Pengawet Halal
E210 Benzoic Acid Pengawet Halal
E211 Sodium Benzoate Pengawet Halal
E212 Potassium Benzoate Pengawet Halal
E213 Calcium Benzoate Pengawet Halal
E214 Ethyl 4-hydroxybenzoate Pengawet Halal
E215 Ethyl 4-hydroxybenzoate, Sodium Salt Pengawet halal
E216 Propyl 4-hydroxybenzoate Pengawet Halal
E217 Propyl 4-hydroxybenzoate, Sodium Salt Pengawet Halal
E218 Methyl 4-hydroxybenzoate Pengawet Halal
E219 Methyl 4-hydroxybenzoate, Sodium Salt Pengawet Halal
E220 Sulphur Dioxide Pengawet Halal
E221 Sodium Sulphite Pengawet Halal
E222 Sodium Hydrogen Sulphite Pengawet Halal
E223 Sodium Metabisulphite Pengawet Halal
E224 Potassium Metabisulphite Pengawet Halal
E226 Calcium Sulphite Pengawet Halal
E227 Calcium Hydrogen Sulphite Pengawet Halal
E230 Biphenyl/Diphenyl Pengawet Halal
E231 2-Hydroxybiphenyl Pengawet Halal
E232 Sodium Biphenyl-2-yl-Oxide Pengawet Halal
E233 2-(thiazol-4-yl) Benzimidazole Pengawet Halal
E234 Nisin Pengawet Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan nisin secara fermentasi
E239 Hexamine Pengawet Halal
E249 Potassium Nitrate Pengawet Halal
E250 Sodium Nitrite Pengawet Halal
E251 Sodium Nitrate Pengawet Halal
E252 Potassium Nitrate (Saltpetre) Pengawet Syubhat. Halal jika berasal dari karang mineral, haram jika berasal dari limbah hewan haram atau hewan yang tidak disembelih secara Islami.
E260 Acetic Acid Miscellaneous-Asam Halal asalkan bukan berasal dari vinegar yang dibuat dari minuman beralkohol
E261 Potassium Acetate Miscellaneous-Asam Halal
E262 Potassium Hydrogen Diacetate Miscellaneous-Asam Halal
E263 Calcium Acetate Miscellaneous-Asam Halal
E270 Lactic Acid Miscellaneous-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam laktat secara fermentasi
E280 Propionic Acid Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E281 Sodium Propionate Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E282 Calcium Propionate Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E283 Potassium Propionate Pengawet-Asam Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi
E290 Carbon Dioxide Miscellaneous Halal
E296 Malic acid (DL- or L-) Pengasam Halal
E297 Fumaric acid Pengasam Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam produksi asam fumarat secara fermentasi
E300 L-Ascorbic Acid (Vitamin C) Antioksidan-Vitamin C Halal, akan tetapi jika diperoleh melalui fermentasi maka kehalalannya tergantung kepada kehalalan media yang digunakan
E301 Sodium-L-Ascorbate Antioksidan-Vitamin C dan turunannya Halal
E302 Calcium-L-Ascorbate Antioksidan-Vitamin C dan turunannya Halal
E304 Ascorbyl Palmitate Antioksidan-Vitamin C dan turunannya Syubhat, tergantung kepada asal asam palmitat, bisa berasal dari minyak nabati (halal) atau lemak hewani (kebanyakan secara komersial haram karena bisa lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami)
E306 Natural Extracts rich in Tocopherols Antioksidan-Vitamin E Halal
E307 Synthetic Alpha-Tocopherol Antioksidan-Vitamin E Halal
E308 Synthetic Gamma-Tocopherol Antioksidan-Vitamin E Halal
E309 Synthetic Delta-Tocopherol Antioksidan-Vitamin E Halal
E310 Propyl Gallate Antioksidan-lainnya Halal
E311 Octyl Gallate Antioksidan-lainnya Halal
E312 Dodecyl Gallate Antioksidan-lainnya Halal
E320 Butylated Hydroxyanisole (BHA) Antioksidan-lainnya Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya berada dalam suatu carrier yang bisa halal jika minyak nabati sebagai carriernya dan haram jika lemak hewani atau mengandung lemak hewani sebagai carriernya
E321 Butylated Hydroxytoluene (BHT) Antioksidan-lainnya Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya berada dalam suatu carrier yang bisa halal jika minyak nabati sebagai carriernya dan haram jika lemak hewani atau mengandung lemak hewani sebagai carriernya
E322 Lecithins Pengemulsi dan Penstabil Syubhat. Secara komersial lesitin yang digunakan dalam pengolahan berasal dari kedele, akan tetapi jenis lesitin ini banyak, ada yang dalam bentuk lesitin yang belum dimodifikasi, ada yang sudah dimodifikasi. Ada lesitin yang diperoleh melalui fraksinasi menggunakan etanol dan etanolnya tersisa cukup banyak pada hasil akhir. Ada jenis lesitin yang dalam pembuatannya melibatkan enzim fosfolipase A yang berasal dari pankreas babi. Sayang sekali secara komersial semua jenis lesitin disebut lesitin saja, tidak mencirikan apakah lesitin asli yang belum dimodifikasi atau yang sudah dimodifikasi.
E325 Sodium Lactate Miscellaneous-Garam dari Asam Laktat Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya
E326 Potassium Lactate Miscellaneous-Garam dari Asam Laktat Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya
E327 Calcium Lactate Miscellaneous-Garam dari Asam Laktat Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya
E330 Citric Acid Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam sitrat secara fermentasi
E331 Sodium Citrates Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E332 Potassium Citrates Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E333 Calcium Citrates Miscellaneous Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E334 Tartaric Acid Miscellaneous Syubhat, kebanyakan asam tartarat berasal dari hasil samping industri wine sehingga yang diperoleh dari industri wine ini statusnya haram. Ada kemungkinan asam tartarat diperoleh dari asam jawa (tamarind), jika berasal dari asam jawa statusnya halal. Tidak tertutup kemungkinan merupakan hasil sintesis.
E335 Sodium Tartrate Miscellaneous Syubhat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.
E336 Potassium Tartrate (Cream of Tartar) Miscellaneous Haram jika diperoleh dari hasil samping industri wine dan kebanyakan berasal dari hasil samping industri wine ini. Syubhat jika hasil reaksi dengan bahan dasar asam tartarat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.
E337 Potassium Sodium Tartrate Miscellaneous Syubhat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.
E338 Orthophosphoric Acid (Asam fosfat) Miscellaneous Halal
E339a Sodium dihydrogen orthophosphate Miscellaneous Halal
E339b Disodium hydrogen orthophosphate Miscellaneous Halal
E339c Trisodium hydrogen orthophate Miscellaneous Halal
E340(a) Potassium dihydrogen orthophosphate (monoPotassium phosphate;MKP) Emulsifying salt, miscellaneous Halal
E340(b) diPotassium hydrogen orthophosphate (diPotassium phosphate; DKP; Potassium phosphate dibasic) Emulsifying salt, miscellaneous Halal
E340(c) triPotassium orthophosphate (diPotassium phosphate; DKP; Potassium phosphate tribasic; triPotassium monophosphate) Emulsifying salt, miscellaneous Halal
E341 Calcium Phosphates Miscellaneous Halal
E350 Sodium malate Buffer, seasoning agent Halal
Sodium hydrogen malate Buffer Halal
E351 Potassium malate Buffer Halal
E352 Calcium malate Buffer, firming agent, seasoning agent Halal
Calcium hydrogen malate Firming agent Halal
E353 Metatartaric acid Sequestrant (pengkelat) Syubhat karena dibuat dari asam tartarat dimana status asam tartarat adalah syubhat
E355 Adipic acid (Hexanedioic acid) Miscellaneous Halal
E363 Succinic acid Pengasam, buffer, senyawa penetral Halal
E370 1,4-Heptanolactone Pengasam, pengekelat Halal
E375 Nicotinic acid Vitamin, Pelindung warna Halal
E380 Triammonium citrate (Citric acid triammonium salt; Ammonium citrate tribasic) Miscellaneous Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E381 Ammonium ferric citrate (Ferric ammonium citrate) Suplemen besi Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E381 Ammonium ferric citrate, green Suplement besi Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya
E385 Calsium disodium EDTA Pengkelat Halal
E400 Alginic Acid Pengemulsi dan Penstabil Halal
E401 Sodium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E402 Potassium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E403 Ammonium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E404 Calcium Alginate Pengemulsi dan Penstabil Halal
E405 Propane-1,2-Diol Alginate (Propylene glycol alginate; alginate ester) Pengemulsi dan Penstabil Halal
E406 Agar Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan Halal
E407 Carrageenan Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan Halal
E410 Locust Bean Gum (Carob Gum) Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan Halal
E412 Guar Gum Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan Halal
E413 Tragacanth Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan Halal
E414 Gum Acacia (Gum Arabic) Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan Halal
E415 Xanthan Gum Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan lainnya Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi
E416 Karaya gum (Sterculia gum, Indian tragacanth) Pengemulsi dan penstabil Halal
E420 Sorbitol Gula Alkohol Syubhat, tergantung kehalalan glukosa yang digunakan dalam pembuatannya. Pembuatan sorbitol melibatkan reaksi hidrogenasi glukosa, sedangkan glukosa sendiri dapat diperoleh dari hasil hidrolisis pati dengan menggunakan enzim dimana salah satu enzim yang biasa digunakan yaitu alfa-amilase dapat berasal dari pankreas babi atau sapi. Akan tetapi, alfa-amilase dapat pula berasal dari mikroorganisme.
E421 Mannitol Gula Alkohol Halal
E422 Glycerol Gula Alkohol Syubhat, haram jika dibuat dari hasil samping industri lemak hewan, halal jika berasal dari hidrolisis minyak nabati atau hasil sintesis dengan bahan dasar propilen yang berasal dari minyak bumi. Gliserol juga dapat diperoleh melalui fermentasi dengan menggunakan gula sebagai bahan baku, kehalalannya tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam fermentasi tersebut.
E430 Polyoxyethylene (8) stearate (polyoxyl 8 stearate) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada status kehalalan asam stearat dalam pembuatannya, bisa berasal dari tanaman (halal) atau hewan (haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami)
E431 Polyoxyethylene (40) stearate (Polyoxyl 40 stearate) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada status kehalalan asam stearat dalam pembuatannya, bisa berasal dari tanaman (halal) atau hewan (haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami)
E432 Polyoxyethylene (20) sorbitan monolaurate (Polysorbate 20,Tween 20) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laurat yang digunakan dalam pembuatannya, akan tetapi kebanyakan asam laurat diperoleh dari minyak kelapa
E433 Polyoxyethylene (20) sorbitan mono-oleate (Polysorbate 80,Tween 80) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester oleat yang digunakan dalam pembuatannya, ester oleat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E434 Polyoxyethylene (20) sorbitan monopalmitate (polysorbate 40: Tween 40) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester palmitat yang digunakan dalam pembuatannya, ester palmitat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E435 Polyoxyethylene (20) sorbitan monostearate (Polysorbate 60;Tween 60) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester stearat yang digunakan dalam pembuatannya, ester stearat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E436 Polyoxyethylene (20) sorbitan tristearate (Polysorbate 65; Tween 65) Pengemulsi Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester stearat yang digunakan dalam pembuatannya, ester stearat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan
E440a Pectin Pengemulsi dan Penstabil-Pektin dan turunannya Halal
E440b Amidated Pectin Pengemulsi dan Penstabil-Pektin dan turunannya Halal
E442 Ammonium phosphatides (Emulsifier YN) Pengemulsi, penstabil Halal
E450a,b,c Sodium and Potassium Phosphates and Polyphosphates Miscellaneous Halal
E460 Microcrystalline/Powdered Cellulose Pengemulsi dan Penstabil Halal
E461 Methylcellulose Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya Halal
E463 Hydroxypropylcellulose Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya Halal
E464 Hydroxypropyl-Methylcellulose Pengemulsi dan Penstabil- Selulosa dan turunannya Halal
E465 Ethylmethylcellulose Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya Halal
E466 Carboxymethylcellulose, Sodium Salt Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya Halal
E470 Sodium, potassium and Calcium Salts of Fatty Acids Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E471 Mono-and Diglycerides of Fatty Acids Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E472 Various Esters of Mono and Diglycerides of Fatty Acids Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E473 Sucrose Esters of Fatty Acids Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E474 Sucroglycerides Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E475 Polyglycerol Esters of Fatty Acids Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E476 Polyglycerol esters of polycendensed fatty acids of castor oil (Polyglycerol of polyricinoleate) Pengemulsi, penstabil Syubhat, tergantung kehalalan gliserol yang digunakan dalam pembuatannya
E477 Propane-1,2-Diol Esters of Fatty Acids Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E481 Sodium Stearoyl-2-Lactylate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E482 Calcium Stearoyl-2-Lactylate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E483 Stearyl Tartrate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami
E491 Sorbitan Monostearate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam stearat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam stearat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E492 Sorbitan Tristearate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam stearat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam stearat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung kepada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E493 Sorbitan Monolaurate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kepada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E494 Sorbitan Monooleate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam oleat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam oleat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam oleat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E495 Sorbitan Monopalmitate Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak Syubhat, tergantung kehalalan asam palmitat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam palmitat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam palmitat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya
E500 Sodium Carbonate/Sodium Bicarbonate Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat Halal
E501 Potassium Carbonate/Potassium Bicarbonate Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat Halal
E503 Ammonium Carbonate Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat Halal
E504 Magnesium Carbonate Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat Halal
E507 Hydrochloric Acid Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E508 Potassium Chloride Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E509 Calcium Chloride Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E510 Ammonium Chloride Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya Halal
E513 Sulphuric Acid Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya Halal
E514 Sodium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya Halal
E515 Potassium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya Halal
E516 Calcium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya Halal
E518 Magnesium Sulphate Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya Halal
E524 Sodium Hydroxide Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya Halal
E525 Potassium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E526 Calcium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E527 Ammonium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E528 Magnesium Hydroxide Miscellaneous-Alkali Halal
E529 Calcium Oxide Miscellaneous-Alkali Halal
E530 Magnesium Oxide Miscellaneous-Alkali Halal
E535 Sodium Ferrocyanide Miscellaneous-Garam lainnya Halal
E536 Potassium Ferrocyanide Miscellaneous-Garam lainnya Halal
E540 Dicalcium Ferrocyanide Miscellaneous-Garam lainnya Halal
E541 Sodium Aluminium Phosphate Miscellaneous-Garam lainnya Halal
E542 Edible Bone Phosphate (Bone Meal) Miscellaneous – Anti-Caking Agents Syubhat, haram jika berasal dari tulang babi atau tulang hewan yang disembelih tidak secara Islami; halal jika berasal dari tulang hewan halal dan disembelih secara Islami; akan tetapi kebanyakan berasal dari impor jadi kemungkinan berasal dari tulang babi dan hewan yang disembelih tidak secara Islami (haram)
E544 Calcium Polyphosphates Miscellaneous – Anti-Caking Agents Syubhat, tergantung pada sumbernya, apakah berasal dari bahan mineral atau dari tulang hewan
E545 Ammonium Polyphosphates Miscellaneous – Anti-Caking Agents Halal
E551 Silicon Dioxide (Silica Salt) Miscellaneous-Garam Silica Halal
E552 Calcium Silicate Miscellaneous-Garam Silica Halal
E553 Magnesium Silicate/Magnesium Trisilicate (Talc) Miscellaneous-Garam Silica Halal
E554 Aluminium Sodium Silicate Miscellaneous-Garam Silica Halal
E556 Aluminium Calcium Silicate Miscellaneous-Garam Silica Halal
E558 Bentonite Miscellaneous-komponen lainnya Halal
E559 Kaolin (Aluminium Silicate) Miscellaneous-komponen lainnya Halal
E570 Stearic Acid Miscellaneous-komponen lainnya Syubhat, tergantung apakah asam stearat berasal dari minyak nabati atau lemak hewani. Haram jika berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami
E572 Magnesium Stearate Miscellaneous- komponen lainnya Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya
E575 Glucono Delta-Lactone Miscellaneous-komponen lainnya Halal
E576 Sodium Gluconate Miscellaneous-komponen lainnya Halal
E577 Potassium Gluconate Miscellaneous-komponen lainnya Halal
E578 Calcium Gluconate Miscellaneous-komponen lainnya Halal
E620 L-Glutamic Acid Miscellaneous-Penguat Flavor Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E621 Monosodium Glutamate (MSG) Miscellaneous-Penguat Flavor Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E622 Manopotassium Glutamate Miscellaneous-Penguat Flavor Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E623 Calcium Glutamate Miscellaneous-Penguat Flavor Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi
E627 Sodium Guanylate Miscellaneous-Penguat Flavor Halal jika diperoleh melalui sintesis kimia, syubhat jika diperoleh melalui fermentasi karena tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam fermentasi tersebut
E631 Sodium Inosinate Miscellaneous-Penguat Flavor Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi, kecuali dibuat dengan cara sintesis kimia bisa menjadi halal
E635 Sodium 5-Ribonucleotide Miscellaneous-Penguat Flavor Syubhat, tergantung pada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi
E636 Maltol Miscellaneous-Penguat Flavor Halal
E637 Ethyl Maltol Miscellaneous-Penguat Flavor Halal
E900 Dimethylpolysiloxane Miscellaneous-Penguat Flavor Halal
E901 Beeswax Miscellaneous-Glazing Agents Halal dalam bentuk aslinya, jika sudah diputihkan maka kehalalannya tergantung kepada bahan pemutih yang digunakan
E903 Carnauba Wax Miscellaneous-Glazing Agents Halal
E904 Shellac Miscellaneous-Glazing Agents Halal
E905 Mineral Hydrocarbons Miscellaneous-Glazing Agents Halal
E907 Refined mycrocrystalline Wax Miscellaneous-Glazing Agents Halal
E920 L-Cysteine hydrochloride Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung Syubhat; haram jika berasal dari manusia atau hewan unggas yang tidak disembelih secara Islami; jika dibuat dengan cara fermentasi maka kehalalannya tergantung kepada media yang digunakan dalam fermentasi tsb
E924 Potassium Bromate Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung Halal
E925 Chlorine Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung Halal
E926 Chlorine Dioxide Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung Halal
E927 Azodicarbonamide Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung Halal

Untuk informasi lebih lengkap silahkan merujuk ke sumber aslinya : http://www.halalguide.info/content/view/407/38/

PROSES FRASCH : Cara Memperoleh Belerang

Proses Frasch merupakan suatu proses pengeboran yang ditujukan untuk mendapatkan kembali simpanan belerang yang terkandung di dalam tanah. Proses ini ditemukan oleh Herman Frasch (1851-1914), seorang insinyur teknik kimia muda dari Jerman. Pada tahun 1868, Frasch mencoba peruntungannya dengan datang ke Amerika dimana kondisi saat itu Civil War (Perang Sipil) baru saja berakhir dan perekonomian disana mulai bergerak ke arah kemakmuran. Segera setelah kedatangannya, Frasch mendirikan industri laboratorium yang berada di Philadelphia, dan pada 1876, ia berhasil mematenkan proses pembuatan parafin dari minyak mentah. Hal Ini membuat Frasch menarik perhatian dari Standard Oil Company, yang kemudian mempekerjakan Frasch untuk bekerja di Cleveland, Ohio laboratorium. Disana, Frasch mengamati bahwa banyak dari sumur minyak yang tidak dapat dijual karena berisi komponen belerang. Jika minyak “asam” ini dibakar maka akan menghasilkan kualitas yang jelek dan bau yang menyengat bahkan setelah itu dimurnikan. Frasch akhirnya menemukan cara untuk menanggulangi ketidakmurnian ini. Dalam metode yang dia patenkan di tahun 1887, minyak sebelumnya didistilasi dahulu dengan tembaga oksida atau oksida logam lainnya dengan tujuan mengekstraksi sulfurnya. Setelah itu jumlah oksida yang dibutuhkan bisa didapatkan kembali dan digunakan lagi. Proses ini meningkatkan pasokan minyak yang bermanfaat bagi Amerika Serikat dan membantu mengatur tahapan baru dalam industri untuk merintis perindustrian mobil.

frasch_diagramdiagram skema proses frasch

Terobosan Frasch yang berikutnya adalah ide mengenai pengeboran untuk belerang-mineral yang digunakan untuk membuat asam sulfat (sulfuric acid), yang mana saat ini adalah industri yang paling penting yang diproduksi indutri kimia.
Meskipun belerang adalah bahan padatan, Frasch percaya bahawa simpanan belerang dalam tanah mampu ia lelehkan dan kemudian dipompa ke atas permukaan, dengan demikian makin banyak minyak yang dapat diproduksi. Pada saat itu, di pulau Mediterania tepatnya Sisilia memiliki hampir sebuah monopoli dari sumber daya alam belerang, di mana disana deposit belerang berada di tempat yang dangkal dan mudah ditambang. Sebagai tambahan, pekerja Sisilia menerima upah rendah dan kondisi yang kasar daripada penambang di Amerika . Texas dan Louisiana merupakan lahan tambang yang besar jumlah belerangnya , tetapi terletak jauh dibawah tanah, dilindungi oleh rawa-rawa dan pasir. Frasch pada tahun 1894 untuk kali pertama berusaha untuk melakukan pengeboran belerang di rawa Louisiana. Dia menyesuaikan metode yang digunakan sebelumnya untuk pertambangan garam larut dalam air. Untuk mencairkan belerang, air panas dipompakan melebihi titik normal didihnya ke dalam tanah melalui borehole. Setelah mengatasi berbagai masalah teknis, Frasch mengelola proses untuk mendapatkan campuran yg berupa lelehan belerang dan air. Frasch kemudian melakukan proses improvisasi dengan menggunakan kompresi udara dan memompa belerang ke permukaan. Meskipun banyak bahan bakar yang dikonsumsi untuk memanaskan air untuk meleburkan belerang, deposit minyak yang besar yang ditemukan cukup baik. Ditahun 1902, proses Frasch untuk produksi sulfur menjadi praktek yang bisa diterapkan secara umum , sehingga memberikan Amerika pasokan belerang dan asam sulfat sendiri untuknya . Ini merupakan salah satu langkah mengurangi ketergantungan Amerika Serikat dari Eropa untuk industri kimia. Saat ini, proses Frasch digunakan untuk menghasilkan hampir sepertiga dari semua komersial belerang

PROSES HALL HEROULT

Aluminium merupakan unsur yang tergolong melimpah di kulit bumi. Mineral yang menjadi sumber komersial aluminium adalah bauksit. Bauksit mengandung aluminium dalam bentuk aluminium oksida (Al2O3). Pengolahan aluminium menjadi aluminium murni dapat dilakukan melalui dua tahap yaitu: 1. Tahap pemurnian bauksit sehingga diperoleh aluminium oksida murni (alumina) 2. Tahap peleburan alumina Tahap pemurnian bauksit dilakukan untuk menghilangkan pengotor utama dalam bauksit. Pengotor utama bauksit biasanya terdiri dari SiO2, Fe2O3, dan TiO2. Caranya adalah dengan melarutkan bauksit dalam larutan natrium hidroksida (NaOH), Al2O3 (s) + 2NaOH (aq) + 3H2O(l) —> 2NaAl(OH)4(aq) Aluminium oksida larut dalam NaOH sedangkan pengotornya tidak larut. Pengotor-pengotor dapat dipisahkan melalui proses penyaringan. Selanjutnya aluminium diendapkan dari filtratnya dengan cara mengalirkan gas CO2 dan pengenceran. 2NaAl(OH)4(aq) + CO2(g) —> 2Al(OH)3(s) + Na2CO3(aq) + H2O(l) Endapan aluminium hidroksida disaring,dikeringkan lalu dipanaskan sehingga diperoleh aluminium oksida murni (Al2O3) 2Al(OH)3(s) —> Al2O3(s) + 3H2O(g) Selanjutnya adalah tahap peleburan alumina dengan cara reduksi melalui proses elektrolisis menurut proses Hall-Heroult. Dalam proses Hall-Heroult, aluminum oksida dilarutkan dalam lelehan kriolit (Na3AlF6) dalam bejana baja berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode. Selanjutnya elektrolisis dilakukan pada suhu 950 oC. Sebagai anode digunakan batang grafit.

Sumber: http://www.ibchem.com

Dalam proses elektrolisis dihasilkan aluminium di katode dan di anode terbentuk gas O2 dan CO2 Al2O3(l) —> 2Al3+(l) + 3O2-(l) Katode : Al3+(l) + 3e —> Al(l) Anode : 2O2-(l) —> O2(g) + 4 e C(s) + 2O2-(l) —> CO2(g) + 4e

Bahan Ajar Kimia

Belajar Kimia Yuuuk !!!
Web Link Hits
Link Koloid Dalam Industri
Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homo
31
Link Hidrolisis Air
Secara teknis, hidrolisis adalah sebuah reaksi dengan air. Reaksi inilah yang sebenarnya terjadi ketika ester dihirolisis dengan air atau dengan asam encer seperti asam hidroklorat encer. Hidrolisis ester dengan basa melibatkan reaksi dengan ion-i
26
Link Kesetimbangan Kimia
Reaksi Kesetimbangan Kimia adalah reaksi yang dapat balik atau dapat berjalan dua arah kembali ke zat awal begitu seterusnya.
9
Link benzena dan turunannya
BENZENA DAN TURUNANNYA 1. RUMUS STRUKTUR BENZENA MENURUT KEKULE Menurut Friedrich August Kekule, Jerman (1865), strukur Benzena dituliskan sebagai cincin dengan enam atom karbon yang mengandung tiga buah ikatan tunggal dan tiga buah ikatan rangkap
10
Link sistem periodik
Cara Penentuan Perioda Dan Golongan Suatu Unsur
22
Link Materi Kimia K-11 dan K-12 dari ChalkBored
Kimia k-11 dan k-12.Berisi materi terkait lembar kerja (worksheets), praktikum (labs), handouts, dan tayangan PowerPoint, ada materi pembelajaran, latihan dan jawabannya juga. dari situs yang berbeda.
13
Link Empat (4) Rumus Penting Untuk Sukses Mengerjakan Soal Termokimia
4 macam rumus utama yang bisa digunakan untuk menyelesaikan soal-soal termokimia, yaitu: 1. Q = m.c. ? T atau Q = C. ? T 2. ? H = ? (? H produk )- ? (? H reaktan) 3. ? H = ? E pemutusan – ? E ikatan 4. Rumus mencari entalpi reaksi dengan d
18
Link Soal Soal kimia SMA
SOAL UN, UJIAN NASIONAL, SPMB, SNMPTN TERLENGKAP DAN TERBARU
57
Link PRINSIP KERJA ELEMEN 2
Link link materi pembelajaran kimia dengan animasi
macam-macam pembelajaran materi kimia dalam berbagai situs
24
Link belajar Kima
Belajar Kimia Lewat internet
16
Link Kimia SMU Home Page
Home page ini berisi soal-soal kimia yang dimaksudkan sebagai latihan bagi siswa-siswa Sekolah Menengah Umum di Indonesia pada umumnya. Semoga dengan soal-soal ini kegiatan belajar anda dalam ilmu kimia menjadi lebih terpacu.
4
Link Hidrolisis
Hidrolisis adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau basa.
28
Link Titrasi Asm Basa
Cara kerja Titrasi Asam Basa
13
Link Sifat Koligatif Larutan
Penurunan Titik Beku Larutan-Definisi dan Penyebabnya Kita tahu bahwa air murni membeku pada suhu 0oC, dengan adanya zat terlarut misalnya saja kita tambahkan gula ke dalam air tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0oC, melai
52
Link Pengertian Oksidasi dan Reduksi (Redoks) 24
Link Teori Asam basa
Teori Menurut beberapa ahli kimia Tentang pengertian asam basa
9
Link Perbezaan Antara Sel Elektrolisis/Sel Kimia 4
Link Titrasi Asam Basa
Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan
5
Link Indikator Asam Basa
Cara kerja indikator dengan menggunakan kertas Lakmus
4
Link STOIKIOMETRI LARUTAN
Stoikiometri dengan Hitungan Kimia Sederhana
14
Link Teori Asam Basa dan Garam
Semoga Materi ini bermanfaat buat adik-adiku
9
Link Termokimia
Termokimia terjadi setiap hari di lingkungan kita
47
Link stoikiometri
stoikiometri adalah ilmu tentang pengukuran perbandingan kuantitatif
11
Link Sistem koloid
Sistem koloid terjadi dalam berbagai proses
4
Link Larutan Penyangga
Manfaatkanlah situs Web ini untuk menambah ilmumu
11
Link Pergeseran Kesetimbangan
Situs ini mungkin akan sangat membantumu
1
Link Turunan alkana
Sekarang bagaimana memberi nama isomer butana itu ? Untuk itu marilah kita gunakan aturan tata nama yang diterbitkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).
2
Link tabel periodik
tabel periodik adalah panduan penghitungan kimia.
11
Link SISTEM KOLOID
Definisi Dan Contoh Sistem Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
9
Link laju reaksi
Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi antara lain konsentrasi, sifat zat yang bereaksi, suhu dan katalisator.
8
Link ikatan kimia
ikatan kimia dan macam-macamnya.
11
Link ikatan kovalen
Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan
5
Link KIMIA ORGANIK
Materi SMA Tentang Kimia Organik
9
Link resonansi
Kebanyakan ikatan dapat dideskripsikan dengan menggunakan lebih dari satu struktur Lewis yang benar (misalnya pada ozon, O3)
0
Link ikatan ion
Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik
6
Link ikatan hidrogen
ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan
7
Link reaksi kimia
reaksi kimia antara hidrogen klorida dan amonia.
3
Link TEORI ATOM
Kali ini anda masuk dalam materi sifat koligatif larutan
3
Link TITRASI ASAM-BASA
Kali ini anda masuk dalam materi titrasi asam-basa
6
Link SISTEM KOLIGATIF 1
Kali ini anda masuk dalam materi sifat koligatif
11
Link REDOKS
Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.
25
Link menyatakan ph larutan
Prinsip penentuan pH suatu larutan basa sama dengan penentuan pH larutam asam, yaitu dibedakan untuk basa kuat dan basa lemah.
2
Link KONDENSISI
Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan
2
Link Hidrolisis Garam
Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basah pembentuknya
6
Link sel elektrolisis
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi redoks yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar.
22
Link KOLOID
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih
5
Link ester
ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian satu (atau lebih) atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik (biasa dilambangkan dengan R’). Asam oksigen adalah suatu asam yang molekulnya memiliki gugus -OH ya
1
Link GOLONGAN TRANSISI
Logam transisi didefinisikan secara tradisional sebagai semua unsur kimia pada blok-d pada tabel periodik
6
Link Koligatif Larutan
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terl
12
Link Alkena
Alkena tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan. Jadi rumus umumnya mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana karena itu rumus umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n. Kekurangan jumlah
3
Link Senyawa Hidrokarbon
Senyawa hidrokarbon terdiri atas karbon dan hidrogen. Bagian dari ilmu kimia yang membahas senyawa hidrokarbon disebut kimia karbon. Dulu ilmu kimia karbon disebut kimia organik, karena senyawa-senyawanya dianggap hanya dapat diperoleh dari tubuh mak
4
Link larutan buffer
Larutan buffer adalah: Campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut
4
Link Sel Volta
1.Deret Volta/Nerst a.Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Mn, Zn Fe Ni, Sn, Pb, (H), Cu, Hg, Ag, Pt, Au b.Makin ke kanan, mudah direduksi sukar dioksidasi. Makin ke kiri, mudah dioksidasi sukar direduksi
54
Link Sistem Dispers
SISTEM DISPERS A. Dispersi kasar (suspensi) : partikel zat yang didispersikan berukuran lebih besar dari 100 nm. B. Dispersi koloid : partikel zat yang didispersikan berukuran antara 1 nm – 100 nm. C. Dispersi molekuler (larutan sejati) :
1
Link Struktur Molekul
Sifat fisik substansi molekuler Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui ikatan kovalen, dan atom tersebut berkisar dari jumlah yang sangat sedikit(dari atom tunggal, seperti gas mulia) sampai jumlah yang sangat banyak (seperti pa
2
Link Unsur Golonga I (Alkali)
Unsur-unsur golonga pertam beserta sifatnya
10
Link Faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Telah diuraikan dalam teori tumbukan, perubahan jumlah molekul pereaksi dapat berpengaruh pada laju suatu reaksi.
3
Link Unsur-Unsur Golongan II
Sifat fisik, sifat atom, reaksi dengan udara dan reaksi dengan air.
3
Link Unsur-Unsur Golongan IV
Unsur-unsur golongan IV beserta sifatnya.
7
Link Struktur Lewis dan Hibridisasi
Bagaimana Struktur Lewis dan Hibridisasi pada Molekul SOF2?
6
Link Hidrolisis pada garam
macam – macam hidrolisis garam
3
Link Info Obat Berbahaya
PHENYLPROPANOLAMINE ( obat influenza ) ditarik Badan Pengawasan Obat karena terbukti menyebabkan PENDARAHAN di OTAK Obat – obat di Indonesia yang mengandung PHENYLPROPANOLAMINE antara lain: 1. Decolgen 2. Contac 500 3. Inza 4. Neozep Forte
1
Link Redox Reaction
Halaman ini menerangkan tentang salah satu reksi kimia, yakni reaksi redoks.
2
Link REDUCTION AND OXIDATION REACTIONS
Halaman ini menjelaskan tentang reaksi redoks mulai dari konsep dasarnya.
6
Link Volta Cell
Halaman ini menjelasan tentang reaksi oksidasi dan redusi, khusunya sel volta.
13
Link unsur halogen
unsur halogen merupakan unsur yang mudah bereaksi dan terdapat di alam dalam bentuk diatomik.
19
Link stuktur atom
struktur atom dan ikatan ini menjelaskan tentang sifat-sifat fisik dan ciri-cirinya……
3
Link Buffer
How does buffers effect in body during exercise
2
Link Polimer
Plastik merupakan polimer yang dapat dicetak menjadi berbagai bentuk yang berbeda.
1
Link KIMI/LAJU REAKSI
INI MERUPAKAN MATERI PELAJARAN KALAS XII
5
Link KIMIALAJU REAKSI
INI MERUPAKAN MATERI PELAJARAN KALAS XII
0
Link KIMA/IKATAN KIMIA
ini juga merupakan materi pokok kelas XII
7
Link deskripsi atom
menjelaskan bagaimanakah atom itu sifat-sifatnya dan ciri- cirinya. arahan soal- soal mandiri dll…
0
Link KIMIA/kesetimbangan
ini merupakan materi pokok kelas XI
0
Link kesadahan air
kesadahan air disebabkan karena unsur natrium dan magnesium
2
Link elektrolisis
Elektrolisis ialah proses penguraian elektrolit kepada unsur juzuknya apabila arus elektrik mengalir melaluinya.Arus elektrik boleh dialirkan melalui elektrolit dengan menggunakan dua elektrod.
5
Link KIMIA/kimia unsur
ini merupakan materi pelajaran kelas XII
15
Link Isomer struktural
Halaman ini menjelaskan tentang isomer struktur, dan berbagai contoh yang dapat mengakibatkan terjadinya isomer struktur
1
Link gas alam
mendeskripsikan gas-gas alam dan bagaimana sifatnya…
1
Link padatan
Kimia padatan merupakan kajian tentang sintesis, struktur, dan sifat-sifat fisik material padat. Jadi, bidang ini mempunyai tumpang-tindih yang kuat dengan …
1
Link Sifat Koloid
Sifat khas Koloid
2
Link Reaksi Eksoterm Dan Endoterm
Reaksi Eksoterm Dan Endoterm
8
Link Unsur-Unsur Gas Mulia
Sifat-Sifat Umum : Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.
14
Link Eksoterm dan Endoterm
eksoterm=perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan endoterm=perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem
7
Link Sifat-Sifat Koloid
Sifat khas koloid : – Efek Tyndall – Gerak Brown – Adsorbsi – Koagulasi – Koloid Liofil dan Koloid Liofob
2
Link Forum Olimpiade Kimia 83
Link Situs Web Kimia Indonesia
chem-is-try.org adalah wahana yang bertujuan memperkenalkan lebih luas tentang dunia kimia dan perkembangannya kepada seluruh pembaca melalui sarana internet.
82
Link Kimia LIPI 148
Link Pusat Penelitian Kimia LIPI
Situs Web Resmi Pusat Penelitian Kimia LIPI
160

KELAS XII

Logam Alkali dan Alkali Tanah
Logam alkali (alkaline) termasuk Golongan IA (dalam golongan ini termasuk juga hidrogen yang bukan logam) dan sangat reaktif dengan meningkatnya periode pada unsur ini. Logam alkali tanah (earth alkaline) yang termasuk golongan IIA berada tepat di sebelah kanan logam-logam alkali pada tabel periodik unsur-unsur. Baik logam-logam alkali maupun alkali tanah dapat langsung bereaksi dengan udara apabila dipanaskan.

Logam Alkali
Kode YouTube: cqeVEFFzz7E

Reaksi Lithium dengan air
Kode YouTube: OFG4Yr7lQzw

Reaksi Kalium dengan air
Kode YouTube: OFG4Yr7lQzw

Reaksi Rubidium dan Caesium dengan air
Kode YouTube: sNdijknRxfU

Logam-logam alkali dan alkali tanah
Kode YouTube: DFQPnHkQlZM

logam Lithium bereaksi dengan udara
Kode YouTube: RzO26p241x4

Logam Kalsium bereaksi dengan udara
Kode YouTube: LJz13QW58cY

MATERI KIMIA SMA

PENYETARAAN REAKSI REDOKS
Persamaan reaksi kimia harus selalu sesuai dengan hukum kekekalan masa, maka jumlah atom sejenis di ruang kanan harus sama dengan jumlah atom sejenis di

ATURAN OKTET
Aturan dasar dalam penulisan rumus Lewis, dari suatu molekul adalah Aturan Oktet, yaitu: Elektron-elektron dalam senyawa kovalen

POLIMER
Polimer (Makromelekul) banyak sekali dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya plastik, yang saat ini sudah menjadi primadona
KESETIMBANGAN KELARUTAN
Kesetimbangan larutan merupakan bagian yang terpenting dalam kajian kimia larutan, terutama untuk identifikasi kation dan anion

LAJU REAKSI
Banyak reaksi berlangsung dalam kecepatan berbeda-beda, tergantung pada keadaanya. Di rumah, mobil yang diparkir di garasi terbuka.

PERGESERAN KESETIMBANGAN
Pada saat suatu reaksi bolak-balik mencapai kesetimbangan, kecepatan reaksi ke kiri sama dengan kecepatan reaksi ke kanan.

STRUKTUR GEOMETRI KOMPLEK
Salah satu sifat unsur transisi adalah memiliki kecenderungan untuk membentuk Ion Komplek atau Senyawa Komplek

LARUTAN BUFFER
Larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan harga PH terhadap penambahan sedidkit asam, sedikit basa atau pengenceran. Larutan ini memegang peranan

HUKUM HESS
Reaksi dapat berlangsung beberapa tahap. Dari satu tahap dapat bereaksi lebih lanjut. Pada setiap reaksi ada pelepasan atau penyerapan kalor

STOIKIOMETRI
Setiap zat dapat dijelaskan oleh suatu rumus kimia yang menyatakan jumlah relatif atom yang ada dalam zat itu

HUKUM GAY LUSSAC DAN HUKUM AVOGADRO
Penemuan Hukum Perbandingan Volume oleh Gay Lussac dan dibantu dengan hipotesis Avogadro dapat menentukan perbandingan masa antar

KONFIGURASI ELEKTRON BERDASARKAN MODEL ATOM
Konfigurasi atau susunan elektron sederhana suatu atom dapat dituliskan berdasarkan teori model atom yang ditemukan oleh Niels Bohr.

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Konsentrasi larutan menyatakan banyaknya zat terlarut dalam suatu larutan. Ada banyak cara untuk menyatakan konsentrasi larutan

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Larutan adalah campuran homogern (serba sama) yang komponennya terdiri atas pelarut dan zat terlarut. Berdasarkan atas daya hantarnya,

KARBON DAN SENYAWANYA
Senyawa-senyawa karbon sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Tubuh kita dan makanan yang diperlukan

HIDROLISIS GARAM DALAM AIR
Reaksi asam dengan basa membentuk garam dan air, reaksi ini disebut dengan reaksi penetralan

SISTEM KOLOID
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai beberapa zat, misalnya: buih sabun, kabut, santan, mutiara, asap, dan masih banyak lagi. Zat-zat tersebut merupakan contoh dari sistem koloid.

UJI KOMPETENSI KIMIA
Berupa soal-soal Kimia

KONFIGURASI ELEKTRON
Anda tentu telah mempelajari konfigurasi elektron berdasarkan model atom Bohr, sekarang anda akan kami ajak untuk mempelajari onfigurasi elektron bedasarkan model atom Mekanika Kuantum.

TEORI ASAM BASA ARHENIUS DAN PH KELARUTAN ASAM BASA
Menurut Svante Arrhenius : asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+ sedangkan basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion OH- .

ALKALI DAN ALKALI TANAH
Logam alkali yaitu unsur-unsur golongan IA dalam sistem periodik, merupakan logam yang paling reaktif (pembentuk basa kuat), mudah melepaskan elektron valensinya membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +1.

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Larutan yang telah mengandung jumlah maksimum zat terlarut kita sebut larutan jenuh. Jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut disebut kelarutan. Kelarutan zat bergantung pada jenis pelarut dan zat terlarut serta suhu.

IKATAN KOVALEN POLAR DAN NON POLAR
Atom yang memiliki nilai elektronegativitasnya sama atau mirip, jika berinteraksi akan terjadi pemakaian elektron secara bersama-sama oleh atom-atom yang berikatan disebut ikatan Kovalen.

HALOGEN
Unsur golongan VIIA ini merupakan unsur non logam paling reaktif. Unsur-unsur ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. Oleh karena itu unsur-unsur non logam ini dinamakan Halogen.

Larutan Penyangga

PENURUNAN RUMUS (H+) DAN (OH-) LARUTAN PENYANGGA

  1. Campuran asam lemah dengan basa konjugatnya (misalnya CH3COOH dengan CH3COONa )

CH3COONa CH3COO- +Na+ (terurai sempurna)

dan

CH3COOH CH3COO- + H+

CH3COO- menambah CH3COO- , maka:

Ka = (CH3COO- + CH3COO- ) (H+ ) / (CH3COOH)

Konsentrasi CH3COO- sangat kecil dibandingkan CH3COO-, sehingga CH3COO- diabaikan.

Jadi, H+ = Ka. CH3COOH / CH3COO- =

  1. Campuran basa lemah dengan asam konjugatnya (misalnya NH4OH dengan NH4Cl).

NH4Cl NH4+ + Cl- (terurai sempurna)

dan

NH4OH NH4+ + OH-

NH4+ menambah NH4+ , maka:

Kb = (NH4+ + NH4+ ) (OH- ) / (NH4OH)

Konsentrasi NH4+ sangat kecil dibandingkan NH4+, sehingga NH4+ diabaikan.

Jadi, OH- = Kb. NH4OH / NH4+ =

PENURUNAN RUMUS (H+) DAN (OH-) HIDROLISIS GARAM

  1. Hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah, basa kuat. (misalnya CH3COONa)

CH3COONa CH3COO- +Na+

Na+ tidak terhidrolisis, karena komponen basa kuat.

Hidrolisis

CH3COO- + H2O CH3COOH + OH-

Kh = (CH3COOH) x (OH- ) / (CH3COO- )

Kh = (CH3COOH) x OH-) / (CH3COO- ) x

Kh = (H+)( OH-) x / (CH3COO- )

Kh =

Kembali ke rumus Kh = CH3COOH x OH- / CH3COO-

Karena CH3COOH = OH- (mengapa?), maka:

Kh = (OH-)2 / CH3COO- (Kh = …)

(OH-)2 = x CH3COO- (lanjutkan..)

  1. Hidolisis dari garam yang berasal dari basa lemah, asam kuat. (misalnya NH4Cl)

NH4Cl NH4+ + Cl-

Cl- tidak terhidrolisis, karena komponen asam kuat.

Hidrolisis

NH4+ + H2O NH4OH + H+

Kh = (NH4OH) x (H+) / (NH4+)

Kh = (NH4OH) x (H+) / (NH4+) x

Kh = (H+)( OH-) x / NH4+

Kh =

Kembali ke rumus Kh = (NH4OH) x (H+) / NH4+ .

Karena (NH4OH) = (H+), maka lanjutkan… (bisa kan)

Note:

Jika senyawa garam mengandung basa kuat dan asam lemah, misalnya CH3COONa, maka pHnya pasti atas tujuh. Demikian juga sebaliknya.

Besarnya pH dari hidrolisis garam tsb tidak terlalu besar atau terlalu kecil (kira-kira mendekati 5 sampai 9).

Maaf, jika penjelasan sebelumnya ada kesalahan. Semoga ada manfaatnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.242 pengikut lainnya.