Hepatitis yang Perlu Anda Tahu


Hepatitis adalah penyakit peradangan atau gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh suatu infeksi atau keracunan. Salah satu gejala yang mudah terlihat pada penderita gangguan fungsi hati adalah kulit dan selaput putih mata yang mungkin akan berubah warna menjadi kuning, sehingga sering disebut oleh masyarakat sebagai penyakit kuning. Warna kuning ini disebabkan oleh cairan empedu yang sudah sangat berlebihan kadarnya di dalam darah.

Penyebab Hepatitis

”Hepatitis B memang bisa diobati, bahkan disembuhkan. Namun, untuk hepatitis B kronis, sulit sekali disembuhkan,” kata dr Jack P Handojo, direktur medis Bristol-Myers Squib Indonesia Tbk, tidak ada obat hepatitis B kronis.

Sekali tertular, virus itu akan terus ada dalam tubuh, meskipun keberadaannya bisa ditekan hingga ke tingkat yang tidak dapat didekteksi. ”Vaksinasi adalah cara yang utama untuk mencegah infeksi dan penyebaran hepatitis B kronis,” katanya.

Pasien Hepatitis kronis ini bisa berakibat komplikasi. Yaitu sirosis (Cirrhosis hepatis), yang akan menjadi kanker hati (Carcinoma hepatis), yang bisa berakibat kematian.

Hepatitis selain disebabkan oleh virus juga disebabkan oleh zat kimia, dan kuman. Zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern. Zat-zat kimia ini kemungkinan tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit . Hati bertugas menetralkan racun yang ada di darah. Jika terlalu banyak zat kimia di dalam tubuh, daya kerja hati jadi rusak dan tak dapat menetralkan racun itu.

Berbagai kuman di sekeliling pun bisa menjadi penyebab. Kuman ini mudah masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar. Kuman masuk juga saat tangan yang kotor tak sengaja memegang bibir, tidak mencuci tangan saat makan, atau dari wadah makanan yang tak dibersihkan.

Di dalam alat pencernaan tubuh, kuman tersebut berkembang biak dengan cepat. Kuman ini masuk ke dalam hati melalui aliran darah. Kuman ini tinggal di kapiler-kapiler darah hati dan terus menerus menyerang hati, sehingga menimbulkan radang hati.

Penyakit hepatitis memang paling banyak diakibatkan virus hepatitis A,B,C,D, E, G dan TT. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang tercemar. Bisa juga tertular melalui tranfusi darah dan alat-alat yang tak steril. Maka itu, hepatitis sering terkena pada pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik yang tak steril dan sering digunakan berganti-ganti.

Hepatitis A

Pada orang dewasa gejala hepatitis A mirip dengan flu, selain itu tubuh menjadi kurang nafsu makan, mual, diare, nyeri perut, demam, mata kuning. Gejala ini baru hilang setelah 6-12 minggu.

Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Maka itu, hepatitis A lebih banyak menyerang anak-anak, dan pada anak biasanya sulit ditemui gejala seperti yang orang dewasa rasakan.Berbeda dengan hepatitis B dan C. Infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.

Penularannya melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi. Masa inkubasi 30 hari.

Pencegahannya adalah melalui vaksin hepatitis A. Namun ini hanya memberikan kekebalan selama 4 minggu. Untuk memperpanjang masa kekebalan harus beberapa kali suntikan. Resiko tertinggi terkena hepatitis A adalah mereka pecandu narkotika dan hubungan seks anal.


Hepatitis B

Gejala hepatitis B, hampir sama dengan hepatitis A. Yakni mirip flu, hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning. Namun hepatitis B biasanya demam yang dialami disertai muntah.

Penularanya melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi,sisir, alat cukur janggut atau rambut, transfusi darah, gigitan manusia, hubungan seks dengan penderita yang terinfeksi hepatitis B, dan bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi.

Pengetahuan masyarakat pada hepatitis yang belum tinggi membuat suburnya virus dan kasus hepatitis B di sini. Akibatnya masyarakat kita lebih mudah tertular. Setelah tertular pun mereka tidak tahu bahaya hepatitis B dan cenderung mengabaikannya. Faktor lainnya, ketidakmampuan ekonomi membuat mereka memilih tidak berobat. Akibatnya virus hepatitis B di dalam tubuh bisa menular ke pasangan dan anggota keluarga lainnya.

Hepatitis C

Lima belas persen dari kasus infeksi hepatitis C adalah akut. 85% dari kasus yang ada, infeksi hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati yang rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir akan menjadi penyakit hati dan kanker hati yang mematikan.

Gejala dari penyakit ini adalah rasa kelelahan yang sudah kronis, hilang selera makan, sakit perut, urin menjadi gelap. Kulit atau mata menjadi kuning jarang terjadi.

Penderita hepatitis C, dilarang mengonsumsi alkohol karena akan memperparah kerusakan hati. Pada saat sakit istirahat diharuskan dan rutin melakukan olah raga ringan.

Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Sekarang ini ada sekurang-kurangnya enam tipe utama dari virus Hepatitis C (yang sering disebut genotipe) dan lebih dari 50 subtipenya. Inilah yang menyebabkan tubuh sulit melawan virus ini.

Penularan penyakit ini melalui kontak langsung dengan darah, bisa juga dengan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi, sikat gigi, cukur kumis atau janggut. Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan.

Penderita hepatitis C tidak dapat menularkan hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah.

Hepatitis D

Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.


Hepatitis E

Gejala mirip hepatitis A, seperti demam, pegal linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit akan sembuh sendiri ( self-limited ). Kecuali pada ibu hamil, terutama pada trismester ketiga akan dapat mengakibatkan kematian. Penularannya melalui minuman dan makanan yang terkontaminasi feces.

Hepatitis F

Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis G

Gejala serupa hepatitis C. Seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s