Virus Hepatitis B Seratus Kali Lebih Menular Dibanding HIV

Jumlah penderita Hepatitis B yang meninggal dunia saat ini lebih tinggi dibandingkan jumlah penderita AIDS. Virus Hepatitis B (VHB) seratus kali lebih menular dibandingkan HIV/AIDS, walaupun pada dasarnya penyakit ini datang tanpa gejala yang jelas.
Dalam kehidupan sehari-hari, VHB dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman dengan orang yang terinfeksi, penggunaan pisau cukur, jarum suntik, sikat gigi, membuat tato dan tindik bagian tubuh tertentu dengan alat yang telah digunakan oleh seseorang yang terinfeksi VHB.
Menurut Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Nurul Akbar, prevalensi HbsAg pada pasien Karsinoma Hepatoselular dewasa di kawasan Asia Pasifik seperti Jepang 19%, Taiwan 75% dan Indonesia sekitar 50%, 40% Hepatitis dan 10% non A dan B.
Anak-anak di Taiwan hampir 100% menderita sirosis hati. Di-laporkan juga bahwa 94% ibu dan anak pasien Karsinoma Hepatoselular merupakan pengidap HbsAg. ”Seseorang sangat mungkin terinfeksi VHB apabila ia berhubungan erat dengan cairan tubuh seseorang yang terinfeksi,” ujar Nurul Akbar.
Penularan transmisi prenatal dari ibu pengidap HbsAg kepada anaknya merupakan jalur transmisi sangat penting untuk terjadinya kronisitas infeksi.
Bentuk transmisi ini terjadi pada 40-50% pengidap HbsAg di daerah hiperendemik di Asia.
Sekitar 90% bayi dari ibu pengidap HbeAg akan menjadi pengidap HbsAg dan mengalami VHB kronik, yang pada umumnya asimtomatik. Integrasi genom VHB pada genom pejamu membuka jalan untuk terjadinya karsinoma hepatoselular
Pada sekitar tahun 1980-an ditemukan vaksin HbsAg plasma derived. Menurut Nurul, meski menunjukkan imunogenitas serta efikasi protektif yang sangat baik, vaksin ini kurang diterima secara luas karena kekhawatirannya akan adanya agen infektif di dalamnya. Seiring jalannya waktu, sekarang ini ada tiga modalitas utama golongan obat hepatitis B kronik yakni viral supressor, immunomodulator dan pengobatan alternatif.
Model viral supressor meliputi analog sintetik dari bahan pembentuk virus hepatitis B yang nantinya akan menghalangi replikasi virus. Model immunomodulator meliputi semua bahan yang memacu respon imun untuk menghancurkan sel hati yang terinfeksi dengan virus hepatitis B dan membersihkan hati dari virus. Model pengobatan alternatif meliputi obat-obatan tradisional yang masih belum diketahui secara spesifik mekanisme kerjanya kecuali sebagai suportif
Lamivudine merupakan alternatif pengobatan untuk penderita hepatitis B kronik. Dengan pemberian oral , lamivudine nyaris tidak memiliki efek samping dan merupakan satu-satunya obat yang bisa diberikan pada penderita hepatitis B kronik pada fase lanjut.
Nurul menambahkan, pemerintah sebetulnya telah menyediakan vaksin untuk satu kali pakai yang namanya yunijek. Vaksin tersebut diberikan secara gratis termasuk ke puskesmas-puskesmas. Vaksin tersebut diberikan kepada bayi yang baru lahir dan diperkirakan vaksin tersebut dapat digunakan 2-3 tahun ke depan.
”Tapi anehnya Depkes justru menyatakan hanya sanggup untuk 2 juta bayi baru lahir, padahal mereka dapat dana dari WHO cukup besar. Akibatnya tidak heran jika vaksin yang harusnya gratis, harus dibayar. Pemberian vaksin kepada masyarakat seharusnya gratis kok jadinya harus bayar,” ujarnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pihak perusahaan untuk tidak menolak karyawan yang mengindap hepatitis B. ”Dia memang berbahaya, tetapi tidak harus dimusuhi dan disingkirkan dari kehidupan,” lanjutnya.

Pencegahan Dini
Hal senada juga diutarakan oleh ahli penyakit dalam Unggul Budihusodo. Menurutnya, yang menentukan orang itu bisa menularkan hepatitis B ke orang lain bukan dari HbsAg-nya tetapi dari SGPT. Jadi tidak ada alasan bagi perusahaan menolak orang yang hasil tes darahnya menunjukkan HBsAg positif. Orang yang hasil tes darahnya menunjukkan HbsAg positif, dapat menjadi petinju dan pemain sepak bola, dia juga dapat bekerja di perusahaan. Yang menular adalah orang yang HbsAg positif dan SGPT positif.
Walaupun pengobatan telah ada, namun alangkah baiknya apabila dilakukan pencegahan VHB sedini mungkin dengan menjalankan pola hidup sehat dan vaksinasi hepatitis B yang diberikan secara serial tiga kali yaitu bulan pertama, kedua dan keenam. (van)

3 Komentar

  1. nice artikel…
    thanks ya atas infonya….
    sangat bermanfaat…

  2. Terima kasih atas infonya….

  3. nuhun infona masbrow


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s