Harapan Itu

Bangkit Negeriku! Harapan itu masih ada!

Mengarungi samudera kehidupan, kita ibarat para pengembara. Hidup ini adalah perjuangan. Tiada masa tuk berpangku tangan. Setiap tetes peluh dan darah. Tak akan sirna ditelan masa. Segores luka, di jalan Allah. Kan menjadi saksi pengorbanan.

Saat yang lain asyik dengan lirik-lirik cinta, dangdutan, terpecah-pecah, yang satu ini tetap maju solid dan menunjukkan komitmennya untuk tanah air Indonesia.

BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA

Tatap tegaklah masa depan
Tersenyum lagu kehidupan
Dengan cita cinta dan satu sejuta asa
Bersama membangun Indonesia

Pegang teguhlah kebenaran
Kalahkan Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
untuk tegaknya keadilan

Bangkitlah negeriku
Harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku
Jalan itu masih terbentang

S’lama matahari bersinar
S’lama kita terus berjuang
S’lama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah …

Munsyid/Nasyid: Shoutul Harokah

Kasih Ayah

Ayah adalah seorang figur dan pemimpin dirumah. ibarat kata ayah baik rumah jadi harmonis, istri jadi sholehah, anak – anak akan sholeh dan sholehah. mendidik keluarga bermula dari seorang ayah, bagaimana hitam putih keluarga sangat tergantung bagaimana suami -ayah- mendidik istri dan anak – anak. ayah dalam mendidik anak – anak tentu akan perpengaruh pada perkembangan psikologis anak. ketika anak diajarkan kekerasan maka anak akan tumbuh menjadi seoarang keras dan kaku, atau anak dibiarkan mencari sendiri hidupnya juga akan menjadi liar. salah satu cara mendidik anak adalah dengan cinta. kasih sayang dan kelembutan yang tegas dan bijaksana. tidak dalam hal yang jelas hukum syaraknya.

Rasullah adalah figur ayah yang berkasih sayang terhadap anak. Ketika kita berbicara kasih sayang dan kelembutan Muhammad saw. terhadap anak-anak, maka tidak akan pernah kita temukan bandingan dan permisalan seperti beliau saw. Banyak peristiwa dalam sirah Nabi yang mempesona berkaitan dengan kasih sayang beliau terhadap anak-anak. Baik beliau sebagai Ayah, Kakek atau Pendidik bagi semua anak-anak. Termasuk kasih sayang beliau terhadap anak-anak non muslim.

فقد كان النبي- صلى الله عليه وسلم- يرفع ابنته فاطمة الزهراء – رضي الله عنها – وهي صغيرة عاليا ثم ينزلها ويفعل هذا عدة مرات، ثم يقول “ريحانه أشمها ورزقها على ربها”،

Adalah Muhammad saw. mengangkat dan melempar ke atas putri kecilnya, Fathimah Az Zahra’ ra tinggi-tinggi dan menangkapnya. Beliau melakukan iti beberapa kali, kemudian beliau bersabda, ”Semoga harum namanya dan luas rizkinya.”

Adalah Muhammad sangat mencintai cucu-cucunya.

وكان النبي- صلى الله عليه وسلم- محبا لأحفاده وكان كثيرا ما يقوم بتدليلهم فعن جابر يقول” دخلت على النبي صلى الله عليه وسلم، وهو يمشي على أربعة وعلى ظهره الحسن والحسين – رضي الله عنهما- وهو يقول “نعم الجمل جملكما ونعم العدلان أنتما”، وروى الإمام أحمد في مسنده،

Diriwayatkan oleh Jabir, berkata, ”Saya menemui Nabi saw, ketika beliau berjalan merangkak sedangkan di atasnya Hasan dan Husain ra sedang bercanda. Beliau bersabda, ”Seganteng-ganteng orang adalah kalian berdua, dan seadil-adil orang adalah kalian berdua.”

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, berkata, ”Kami shalat Isya’ bersama Nabi. Ketika Nabi sujud, Hasan dan Husain menaiki punggung Nabi. Ketika beliau mengangkat kepalanya, beliau mengambil keduanya dari sisi belakang dengan cara lembut dan menaruh keduanya di lantai. Ketika beliau sujud kembali keduanya mengulangi seperti sebelumnya sampai beliau selesai shalat. Kemudian beliau mendudukkan salah satunya di pahanya.”

Dari Usamah bin Zaid ra, Rasulullah saw mengambil saya dan mendudukkan saya di pahanya sedangkan di paha satunya duduk Hasan ra, kemudian beliau merangkulkan keduanya seraya berdo’a, ”Ya Allah sayangi keduanya, karena saya menyayangi keduanya.”

Dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya, berkata, ”Adalah Rasulullah saw sedang berkhutbah, ketika itu Hasan dan Husain memakai baju merah berjalan-jalan dan mutar-mutar di dalam masjid. Maka Rasulullah saw. turun dari minbar dan mengambil keduanya, dan menaruhnya di dekatnya seraya bersabda, ”Sungguh benar firman Allah, ”Sesungguhnya harta-harta dan anak-anak kalian adalah fitnah bagi kalian.” Saya lihat kedua anak ini jalan-jalan, sehingga saya tidak bersabar, saya memotong khutbahku agar saya mengambil keduanya.”

وجاء الأقرع بن حابس إلى رسول الله فرآه يقبّل الحسن بن علي،” فقال الأقرع: أتقبّلون صبيانكم؟! فقال رسول الله: (نعم)، فقال الأقرع: إن لي عشرةً من الولد ما قبلت واحدًا منهم قط، فقال له رسول الله : (من لا يرحم لا يرحم) متفق عليه.

Al Aqra’ bin Habis datang menemui Rasulullah saw. Ketika itu ia melihat beliau mencium Hasan bin Ali ra. Maka saya bertanya, ”Apakah kalian mencium anak-anak kalian?” Rasulullah saw. menjawab, ”Ya”. Al Aqra’ berkata, ”Sungguh, saya mempunyai sepuluh anak, tidak pernah sekali pun saya mencium salah satu dari mereka.” Maka Rasulullah saw. bersabda, ”Barangsiapa yang tidak sayang, ia tidak akan disayang.” Muttafaqun ’Alaih.

Perilaku Muhammad saw. yang demikian tidak hanya kepada keluarganya saja, tapi untuk semua anak-anak pada masanya, sampai pembantunya sekalipun. Adalah Anas Bin Malik memberi kesaksian, ”Saya telah sepuluh tahun menjadi pelayan Rasul, selama itu beliau tidak pernah berkata uf atau hus ata ah kepada saya.”

Adalah Muhammad saw. sangat menganjurkan agar memberi nama anak dengan sebaik-baik nama, begitu juga beliau sangat tidak setuju dan melarang pemberian nama yang buruk. Kenapa? Karena nama itu jangan sampai mempengaruhi mentalitas anak ketika mereka menginjak dewasa.

Muhammad saw. juga sangat memperhatikan penampilan anak-anak.

فعن نافع بن عمر أن النبيصلى الله عليه وسلمرأى صبيا قد حلق رأسه وترك بعضه فنهاهم عن ذلك وقالاحلقوه كله أو اتركوه كله،

Diriwayatkan dari Nafi’ bin Umar, bahwa Nabi saw. melihat anak kecil rambutnya dipotong separuh dan separuh lagi dibiarkan, maka beliau melarang hal yang demikian, seraya bersabda, ”Cukur semuanya atau tidak sama sekali.”

Inilah bukti kepedulian beliau terhadap penampilan anak, agar anak-anak tampil lebih baik, yaitu tampilan Islami. Contoh peristiwa kepedulian Muhammad saw. terhadap pendidikan perilaku dan kasih sayang beliau terhadap anak-anak sangatlah banyak sekali.

bagaimana dengan anda??????? mari kita cetak generasi yang kuat dengan cinta.

PEMBUATAN NATA DE COCO

NATA DE COCO

Nata de coco merupakan makanan hasil fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylium. Bakteri inilah yang merubah air kelapa menjadi serat selulosa. Berikut resep dan cara membuatnya:
Bahan yang diperlukan:
Air kelapa 2 ½ liter
Gula pasir 200 gr
Pupuk ZA (urea) ½ sendok makan
Asam cuka glacial (CH3COOH ) ½ sendok makan
Bibit/starter bakteri Acetobacter xylium 200 ml (Bisa diperoleh di laboratorium pertanian)
Cara Membuat:
Rebus semua bahan kecuali bibit bakteri dan asam. Saring dan dinginkan dalam suhu 25-30oC. Tambahkan bakteri Acetobacter xylium dan asam cuka, aduk rata.
Tuang campuran ini dalam baskom atau loyang pelastik hinga ketinggian air 2 cm. Tutup atasnya dengan kain kasa atau kertas. Inkubasikan/fermentasikan selama kurang lebih 1 minggu dalam suhu ruang dan di tempat yang gelap. Setelah terbentuk lapisan nata, angkat lapisan yang menyerupai agar-agar ini. Potong-potong dan rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar lebih tahan lama, rebus nata selama 5-10 menit. Rendam dalam larutan sirup gula atau sirup buah aneka rasa. Kemas sesuai selera.
Perhatikan kebersihan alat dan tempat yang digunakan karena sangat mempengaruhi keberhasilan nata de coco.
Selama berwiraswasta, semoga berhasil.

Manfaatkan waktumu

Semilidetik Untuk Meraih Emas
Jika setiap pagi bank memberi anda pinjaman uang sebesar Rp. 86.400,- bebas untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang anda lakukan? Pastinya anda akan memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya kan?

Kita semua memiliki bank seperti itu, namanya WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak digunakan pada hari itu juga. Tidak ada waktu tambahan dan tidak ada juga “uang muka” untuk pinjaman esok harinya. Jadi, gunakan waktu anda sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN,
tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN,
tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur

Agar tahu pentingnya waktu SEHARI,
tanyakan pada tukang bakso yang tidak bisa jualan hari ini.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT,
tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK,
tanyakan pada peraih medali perak cabang renang di Olimpiade

TSUNAMI

Di penghujung tahun 2004, musibah demi musibah menimpa bangsa Indonesia. Mulai dari banjir, longsor, kecelakaan pesawat dan yang terakhir adalah gempa yang disertai gelombang tsunami yang menimpa saudara-saudara dan teman-teman kita di Aceh dan Sumatera Utara serta dibeberapa negara lainnya. Apa yang dapat kita lakukan untuk mereka? Yang pasti, mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan, seperti makanan, obat-obatan, uang dan masih banyak lagi, selain itu yang sudah seharusnya kita lakukan adalah berdo’a, agar saudara-saudara dan teman-teman kita di Aceh dan Sumatera Utara bisa menerima ujian dan musibah ini dengan sabar. Hal lain yang harus kita lakukan adalah memantau bantuan yang telah diberikan sampai pada mereka yang membutuhkan, jangan sampai disalah gunakan oleh orang-orang yang mencari kebahagiaan (harta) di atas penderitaan orang lain.

Dalam sebuah lagunya, Koes Plus menggambarkan Indonesia sebagai tanah surga dengan segala keindahan, kesuburan tanah dan kekayaan lautnya. Tapi hal tersebut seakan tidak layak lagi disandang. Karunia Tuhan berupa musim yang banyak diinginkan oleh bangsa-bangsa di dunia sebagai negara tropis yang hanya mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau,tampaknya tak disyukuri oleh bangsa ini. Pantaslah kalau kemudian Tuhan menguji umat manusia. Bukankah bangsa-bangsa di belahan bumi lain harus kedinginan ketika salju turun, dan kepanasan ketika summer tiba. Di tanah nusantara ini, kita tak perlu kedinginan di musim salju dan tidak terlalu kepanasan di musim panas.

Tapi dua musim yang mestinya mendatangkan kenyamanan dan kemakmuran ternyata mendatangkan bencana yang silih berganti. Di musim panas hutan-hutan kita terbakar, asapnya bahkan membuat sesak negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Di musim hujan seperti yang terjadi dalam minggu-minggu ini, musibah bankir merenggut harta benda dan nyawa. Musibah banjir di beberapa daerah di tanah air, seakan tak bisa dicegah. Selain musibah tersebut, ada satu musibah yang sudah sering terjadi sejak dahulu. Musibah tersebut disebut dengan “tsunami”. Dahsyatnya gelombang tsunami yang terjadi di belahan dunia ini, terutama di Aceh dan wilayah lainnya bisa kita saksikan dimedia elektronik maupun dimedia cetak.

Apakah Tsunami Itu ?

Kata “Tsunami” merupakan istilah dari bahasa Jepang yang menyatakan suatu gelombang laut akibat adanya pergerakan atau pergeseran di bumi di dasar laut. Gempa ini diikuti oleh perubahan permukaan laut yang mengakibatkan timbulnya penjalaran gelombang air laut secara serentak tersebar ke seluruh penjuru mata angin. Sedangkan pengertian gempa adalah pergeseran lapisan tanah dibawah permukaan bumi. Ketika terjadi pergeseran tersebut timbul getaran yang disebut gelombang seismik dari pusat gempa menjalar ke segala penjuru.

Tinggi gelombang Tsunami disumbernya kurang dari 1 meter. Tapi pada saat menghempas ke pantai tinggi gelombang ini bisa lebih dari 5 meter. Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5 – 4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4-24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Arti dari “TSUNAMI”

Para ilmuwan umumnya mengartikan tsunami dengan “gelombang pasang” (tidal wave) atau dikenal juga dengan sebutan “seismic sea waves” (gelombang laut karena gempa). Kedua sebutan tersebut benar, akan tetapi jika dilihat dari asal bahasanya, bahasa Jepang, “tsunami” mempunyai dua suku kata, “tsu”, artinya “pelabuhan” (harbor), “nami” berarti “gelombang”.

Apa saja yang menyebabkan gelombang tsunami

Gempa merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gelombang tsunami. Gempa ini biasanya terjadi karena adanya pergeseran lempeng yang terdapat di dasar laut. Gempa tersebut disebut juga dengan gempa bumi. Selain itu, penyebab lainnya adalah meletusnya gunung berapi yang menyebabkan pergerakan air di laut/perairan sekitarnya menjadi sangat tinggi.

Peristiwa tsunami di Indonesia dan daerah lainnya

Sejak 1990 di Indonesia sedikitnya terjadi 15 kali gelombang Tsunami. Pada 19 Agustus 1997 terjadi di Sumba dengan korban 189 orang, 12 Desember 1992 di Flores dengan korban 2.100 orang dan 1994 di Banyuwangi dengan korban 209 orang, sepanjang sejarah gempa Tsunami terbesar adalah pada tahun 1883 yang ditimbulkan meletusnya Gunung Krakatau dengan korban jiwa 36.000 orang meninggal.

Di antara gelombang tsunami yang pernah tercatat selain di Indonesia adalah:

26 Desember 2004, gempa bumi paling kuat dalam masa 40 tahun telah menimbulkan gelombang besar yang bergulir ribuan kilometer dan menghempas ke kawasan pantai sekurang-kurangnya lima negara Asia, yang menewaskan sekurang-kurangnya 3.700 jiwa dan menimbulkan kesengsaraan bagi jutaan warga lainnya.

17 Juli 1998, gempa bumi di lepas pantai menyebabkan gelombang besar yang menghantam kawasan utara pantai Papua Nugini, menewaskan kira-kira 2.000 orang dan menyebabkan ribuan warga lainnya kehilangan tempat tinggal.

16 Agustus 1976, tsunami membunuh lebih dari 5.000 orang di Teluk Moro , Filipina. 28 Maret 1964, gempa bumi pada Hari Paskah di Alaska menyebabkan tsunami di sebagian besar pantai Alaska dan menghancurkan sejumlah tiga. Gelombang itu
menewaskan 107 orang di Alaska, empat di Oregon dan 11 di California ketika gelombang tsunami itu bergulung di Pantai Barat AS.

22 Mei 1960, gelombang besar dilaporkan setinggi 11 meter menewaskan 1.000 orang di China dan menyebabkan kerusakan besar di Hawaii, di mana 61 orang tewas di Filipina, Okinawa dan Jepang ketika gelombang itu bergulung menyeberangi Pasifik.

1 April 1946, gempa bumi di Alaska menimbulkan tsunami yang menghancurkan North Cape Lighthouse, menewaskan lima orang. Beberapa jam kemudian gelombang tsunami berikutnya melanda Hilo, Hawaii, yang menewaskan 159 orang dan mengakibatkan kerusakan jutaan dolar AS.

31 Januari 1906, satu gempa bumi kuat terjadi di lepas pantai yang menenggelamkan sebagian Tumaco, Kolombia, dan menyapu setiap rumah yang ada di pantai antara Rioverde, Ekuador, dan Micay, Kolombia. Angka kematian diperkirakan kira-kira 500 sampai 1.500.

17 Desember 1896, tsunami menyapu bagian pantai dan boulevard utama di Santa Barbara, California, AS.

15 Juni 1896, tsunami Sanriku menghantam Jepang tanpa peringatan. Gelombang diperkirakan setinggi lebih 23 meter (70 kaki) menggulung kerumunan masyarakat yang berkumpul untuk merayakan suatu festival keagamaan, yang menewaskan lebih dari 26.000 orang.

27 Agustus 1883, ledakan gunung berapi Krakatau menimbulkan gelombang tsunami besar yang menyapu kawasan pantai di ujung pulau Jawa dan Sumatera, yang menewaskan kira-kira 36.000 orang.

1 November 1775, gempa bumi besar Lisbon menimbulkan gelombang tsunami setinggi 6 meter (sekitar 20 kaki) melanda pantai Portugal, Spanyol dan Moroko


(Gambar Tsunami menurut Hokusai , seorang pelukis Jepang dari Abad ke-19)

Download animasi Tsunami… Go

Kembali ke Modul

Sumber : http://www.e-smartschool.com/PNU/002/PNU0020009.asp

g

Pengenalan Alat Labor 2

Alat dan Bahan (minimal) yang harus ada di Lab. Kimia

KGS.01

Beker gelas 1000 ml

Bahan: gelas borosilikat. Volume : 1000 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa.

Kegunaan

Tempat untuk percobaan, proses difusi osmosis

KGS.01

KGS.02

Batang pengaduk

Batang gelas, dengan ujung bulat dan ujung yang lain pipih. Panjang 15 cm.

Kegunaan

Pengocok larutan

KGS.02

KGS.03

Beker gelas 100 ml

Bahan: gelas borosilikat. Volume : 100 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa.

Kegunaan

Tempat membuat larutan

KGS.03

KU.01

Boshead

Dua pasang tempat jepitan, 2 pasang jepitan yang saling menyilang siku-siku.

Kegunaan

Penjepit klem universal

KU.01

KGS.04

Erlenmeyer 100 ml

Bahan: gelas borosilikat. Volume : 100 ml. Tingkatan untuk percobaan siswa.Mulut sempit.

Kegunaan

Tempat membuat larutan

KGS.04

KC.01

Gambar beberapa bentuk unsur, molekul, dan senyawa

Molekul air, molekul gula, molekul garam, molekul oksigen, molekul karbohidrat. Ukuran 70 x 100 cm.

Kegunaan

Mengenali molekul gula, garam, oksigen, karbohidrat atau zat-zat yang ada di sekitar kehidupan kita.

KC.01

KC.02

Gambar dinding Kemasan Pemutih, Pewarna, Pewangi, dan Pembasmi

Gambar dinding yang memuat berbagai macam kemasan yang mengandung bahan pemutih, pewangi, pewarna, dan pembasmi. Ukuran 70 x 100 cm.

Kegunaan

Mengenali zat-zat yang terkandung dalam kemasan bahan/barang/ sehari-hari yang bersifat berguna dan tak berguna bagi kesehatan.

KC.02

KC.03

Gambar dinding sistem periodik unsur

Memuat 114 nama unsur, tiap unsur diberi keterangan mengenai nomor massa , nomor atom, . Ukuran (80 x 120) cm.

Kegunaan

Untuk mengenali beberapa unsur yang sudah ditemukan terdapat di alam dan yang belum terdapat di alam.

KC.03

KC.04

Gambar dinding zat psikotropika

Gambar dinding yang memuat gambar beberapa kemasan yang menggunakan zat aditif dan gambar/simbol zat psikotropika.

Kegunaan

Mengenali beberapa zat/makanan yang mengandung bahan aditif dan psikotropika.

KC.04

KGS.05

Gelas ukur 100 ml

Gelas dengan penutup. Dasar bundar, Tingkatan: untuk siswa. Kapasitas: 100 ml.

Kegunaan

Untuk mengukur volume larutan

KGS.05

KU.02

Kaki tiga

Satu ring diamater 80 mm dengan tiga kaki panjang 8 cm. Diameter luar : 8 mm.

Kegunaan

Untuk penyangga pembakar spirtus

KU.02

KU.03

Klem universal

Satu baud pengencang jepitan, ukuran panjang sekitar 15 cm, bukaan rahang dapat menggenggam beker 50 ml.

Kegunaan

Untuk menjepit erlenmeyer dan lain-lain.

KU.03

KK.01

Kondenser

Gelas borosilikat. Panjang jaket kaca 300 mm. Diameter pipa masukan-keluaran OD:8, tanpa ada sambungan gelas.

Kegunaan

Untukl destilasi larutan

KK.01

KGS.06

Labu destilasi

Bahan borosilikat. Berlengan, kapasitas 125, dilengkapi karet penutup berlubang kira-kira 6 mm.

Kegunaan

Untuk destilasi larutan

KGS.06

KGS.07

Erlenmeyer 250 ml

Bahan: gelas borosilikat. Volume : 250 ml. Tingkatan untuk percobaan siswa, mulut lebar.

Kegunaan

Tempat mereaksikan zat dan atau mencampur zat

KGS.07

KK.02

Indikator universal

strips, satu boks isi: 100; pH: 0-14

Kegunaan

Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat dan lainnya.

KK.02

KU.04

Lampu senter

Bahan : plastik. Penggunaan umum. Jumlah batere : 2. Ukuran D.

Kegunaan

Untuk menyelidiki beberapa campuran yang bersifat suspensi

KU.04

KU.05

lup (kaca pembesar)

Diameter: 50 mm. Bertangkai. Bingkai kaca: logam.

Kegunaan

Untuk memperbesar penglihatan pada saat mengamati zat suspensi, gerak brown, dan lain sebagainya.

KU.05

KK.03

Mortal dan alu

Poslen di glasir. Diameter dalam: 8 cm. Alu panjang: 9 cm.

Kegunaan

Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.

KK.03

KU.06

Neraca

Kapasitas: 311 g, pan tunggal bahan stainless steel, ketelitian 10 mg. Bahan : Die-casting. Tipe: tiga lengan. cast aluminium body and beam, stainless steal pan and bow.

Kegunaan

Untuk menimbang zat.

KU.06

KGS.08

Pembakar spirtus

Kapasitas 100 ml, bertutup untuk mencegah penguapan, bahan kaca.

Kegunaan

Untuk membakar zat atau memanasi larutan.

KGS.08

KK.04

Penjepit tabung reaksi

Bentuk rahang: persegi. Pegas : dipoles nikel dengan diameter: 10 -25 mm.

Kegunaan

Untuk menjepit tabung reaksi.

KK.04

KGS.09

Pipa kapiler

Diameter: 8 mm. Diameter dalam: 0.8 mm. Panjang 15 cm.

Kegunaan

Untuk mengalirkan gas ke spesimen tertentu.

KGS.09

KK.05

Pipet Filler (pengisap pipet)

Tipe: bola karet kenyal dengan 3 knop. Bola karet tidak mudah lembek.

Kegunaan

Untuk menghisap larutan yang akan diukur

KK.05

KGS.10

volumetrik

Bahan : gelas borosilikat, berskala tunggal, kelas A, kapasitas: 25 cm3. Jenis: amber.

Kegunaan

Untuk mengukur volume larutan

KGS.10

KGS.11

Pipet tetes

Bahan:Gelas. Panjang: 150 mm dengan karet kualitas baik.

Kegunaan

Untuk meneteskan larutan dengan jumlah kecil.

KGS.11

KK.07

Rak tabung reaksi

Bahan: Plastik , jumlah lubang: 40 , diameter: 16 mm

Kegunaan

Tempat tabung reaksi

KK.07

KK.08

Selang kondenser

Diameter dalam: 6 mm, tebal

dinding: min. 1.5 mm, Panjang:15 m; Bahan: karet latek sangat plastis.

Kegunaan

Untuk pengaliran air ke kondensor

KK.09

Spatula plastik

Bahan: plastik, kedua ujung bundar. Panjang: 150 mm.

Kegunaan

Pengambil zat kristal

KK.09

KK.10

Spatula logam

Terbuat dari bahan stainles stail: bibir lonjong, panjang : 150 mm.

Kegunaan

Pengambil zat yang tidak bereaksi dengan logam.

KK.10

KK.10

Statif dasar persegi

Dimensii: landasan: 210 x 145 mm.panjang batang: 600 dengan diamater batang: 10 mm. Material : cast iron di cat.

Kegunaan

Merangkai peralatan praktikum

KK.10

KGS.12

Tabung reaksi

Bahan: gelas borosilikat, Ukuran: 15 x 150mm. Per pak 50 buah.

Kegunaan

Untuk mereaksikan zat.

KGS.12

KGS.13

Termometer alkohol

Jangkauan pengukuran -10 oC – 110 oC.

Kegunaan

Untuk mengukur suhu larutan

KGS.13

KK.11

Plat alas pembakaran

Bahan: logam anti karat. Tanpa asbes. Ukuran: 100 x 100 mm.

Kegunaan

Alas tempat pemanasan

KK.11

KK.12

Selang Dialisis

Diameter: kira-kira 15 mm. Selaput semipermiabel. Panjang 20 cm.

Kegunaan

Untuk percobaan difusi osmosis

KK.12

KGS.14

Kawat Nikrom

Diameter 0.5 mm, panjang: 150 mm, Tangkai pemegang: gelas.

Kegunaan

Untuk megnidentifikasi zat dengan cara uji nyala

KGS.14

KBZ.01

Kertas saring

Tingkatan untuk siswa (teknis). Ukuran: 58 x 58 cm,

Kegunaan

Untuk menyaring larutan.

KBZ.01

KBZ.02

AgNO3 0.1 M

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.1 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.02

KBZ.03

Air suling (aquades)

Tingkatan untuk siswa. Ph: 7. Konduktivitas : 0 – 100 uS

Kegunaan

Bahan percobaan, pelarut.

KBZ.03

KBZ.04

Asam Asetat

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.5 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.04

KBZ.05

Ba2CL (kristal)

Tingkatan untuk siswa (teknis). Jenis kristal serbuk: 50 g per botol .

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.05

KBZ.06

CuSO4

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.1 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.06

KBZ.07

Feriklorida (FeCl3)

Tingkatan untuk siswa (teknis). Jenis padatan: 1 kg per botol.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.07

KBZ.08

Na2S2O3 (0.1 M)

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.5 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.08

KBZ.09

NaCl

Tingkatan untuk siswa (teknis). Kristal: 200 g per botol.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.09

KBZ.10

NaCl (Kristal)

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.5 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.10

KBZ.11

NaOH

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.5 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.11

KBZ.12

Tawas ( K2SO4Al2(SO2)24H2O )

Tingkatan untuk siswa (teknis). Padatan: 500 g per botol.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.12

KBZ.13

Tembaga(II) karbohidrat

Tingkatan untuk siswa (teknis).

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.13

KBZ.14

Serbuk Belerang

Tingkatan untuk siswa (teknis).Padatan 200 g per botol.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.14

KBZ.15

Serbuk besi halus

Tingkatan untuk siswa (teknis). 500 g per botol.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.15

KBZ.16

H2SO4

Tingkatan untuk siswa (teknis). 1 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.16

KBZ.17

HCl

Tingkatan untuk siswa (teknis). 1 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.17

KBZ.18

HNO3 (0.1M)

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.5 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan

KBZ.18

KBZ.19

NH4OH

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.5 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.19

KBZ.20

Pb(NO3)2

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.5 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.20

KBZ.21

Stronsium klorida (Cr2Cl)

Tingkatan untuk siswa (teknis).

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.21

KBZ.22

Plastisin

100 g per pak

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.22

KBZ.23

Urea

Tingkatan untuk siswa (teknis). 100 g per pak.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.23

KBZ.24

Kalsium Oksida (Gamping)

Tingkatan untuk siswa

(teknis). 100 g per pak.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.24

KBZ.25

Kaporit

Tingkatan untuk siswa (teknis). 100 g per pak.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.25

KBZ.26

Kalium Bromida, KBr

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.1 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.26

KBZ.27

Kalium Clorirat, KCl (kristal)

Tingkatan untuk siswa (teknis). 100 g per pak.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.27

KBZ.28

Kalium Iodida , KI (0.1 M)

Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.1 M. per botol 200 ml.

Kegunaan

Bahan percobaan.

KBZ.28

KBZ.29

Barium Hidroksida Oktahidrat

Tingkatan untuk siswa (teknis).

Kegunaan

KBZ.29

AU.01

Over Head Projector (OHP)

Sumber tegangan 220 Volt. Sumber cahaya dan lensa berada di atas kaca objek. Tempat meletakkan objek pada dudukan dengan permukaan cermin. Ukuran : Standar pabrikan.

Kegunaan:

Untuk menayangkan gambar-gambar yang ada pada transparansi..

AU.01

AU.02

SLIDE PROYEKTOR

Untuk slide 35 mm, dengan lampu 150 watt kuartz, halogen atau yang lebih baik, tombol putar untuk pemfokusan.

Wadah/magasin lurus untuk 36 slaid.

Dalam kotak penyimpanan.

Digunakan untuk tegangan PLN 220Volt.

AU.02

Garam Mandi

Mau Rileks? Buat Garam Mandi Ala Anda!
Berendam saat mandi akan lebih menyenangkan jika ditemani dengan bath salt atau garam mandi alias garam mandi. Garam mandi dituangkan ke air tempat berendam. Fungsinya selain untuk membersihkan juga dapat merilekskan tubuh dan memanjakan Anda dengan wewangiannya

Tak perlu merogoh kantung dalam-dalam untuk mendapatkan garam mandi, karena Anda bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan
yang bisa didapatkan dengan mudah.

Sediakan garam magnesium, mangkuk, sendok, minyak wangi kesukaan Anda,
pewarna makanan, dan wadah untuk menempatkannya. Mari ikuti
langkah-langkahnya:

1. Tuang garam magnesium secukupnya dalam mangkuk.

2. Lalu tambahkan minyak wangi yang anda sukai, aroma terapi untuk rileks bisa jadi pilihan yang baik.

3. Aduk perlahan, terkadang timbul gumpalan namun itu bukan masalah besar karena jika mengaduknya dengan benar maka dapat diuraikan kembali.

3. Tambahkan beberapa tetes pewarna makanan yang warnanya dapat disesuaikan dengan wanginya agar semakin tercipta suasananya. Contohnya ungu untuk wangi lavender, kuning untuk wangi lemon, hijau untuk wangi melon ataupun ketimun, dan lain lain.

4. Setelah itu tuangkan dalam wadah menarik yang Anda sediakan agar selalu bersemangat untuk menggunakannya.

Jadilah garam mandi ala Anda! Tidak sulit bukan? Mulailah mencoba untuk membuatnya lalu manjakan tubuh dan buang jauh-jauh stress dalam pikiran Anda saat berendam. Mandi akan menjadi hal yang menyenangkan!

Senam Otak

Gerakan 8 Tidur

posisi 8 tidur
Gerakan Tangan Kiri dan Kanan (posisi 8 tidur)

Luruskan satu lengan ke depan Anda, dengan ibu jari mengarah ke depan. Di udara, dengan perlahan-lahan dan halus buat gambar angka 8 berukuran besar yang rebah di sisinya. Ketika Anda bergerak mengikuti gambar 8 tidur, fokuskan mata Anda di ibu jari. Jaga leher Anda tetap relaks dan kepala lurus, wajah ke depan, agar kepala agak diam atau hanya sedikit bergerak mengikuti gerakan 8 tidur.

gerakan tangan kiri

gerakan tangan kanan

Manfaat 8 Tidur

Gerakan 8 Tidur memadukan bidang visual kiri dan kanan, jadi meningkatkan integrasi belahan otak kiri dan kanan, sehingga keseimbangan dan koordinasi antar bagian menjadi lebih baik. Banyak orang melaporkan penglihatan dengan kedua mata bersamaan (binokular) membaik dan penglihatan perifer meluas, setelah melakukan 8 Tidur. Keterampilan membaca, menulis, dan memahami menjadi semakin baik.

Belajar

Peta Belajar

PETA SUKSES BELAJAR

Peta Sukses Belajar Super

Untuk meningkatkan kemampuan belajar yang optimum, diperlukan KOMITMEN tinggi dalam menjalaninya. Berikut adalah peta sukses belajar yang dapat meningkatkan kemampuan belajar dan mendapatkan hasil yang efektif hingga 500-600 % dari yang anda dapatkan sekarang.

I. Pra belajar

Sebelum belajar, hal-hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan adalah :

a. Cek Motivasi Belajar Anda

b. Pahami dan Tingkatkan Gaya Belajar Anda (Visual, Auditorial, Kinestesia)

b. Lakukan Senam Otak Keseimbangan (posisi 8 tidur)

II. Proses Belajar

a. Berdoa sesaat sebelum pelajaran dimulai

b. Gunakan sebanyak mungkin indera dalam proses pembelajaran. Teknik Mencatat Bebas sangat

efektif untuk merekam  proses belajar.

c. Gunakan Peta Pikiran (peta konsep) untuk merekam inti pembelajaran.

d. Pergunakan Jeda/Break jika proses belajar berlangsung lebih dari 60 menit.

e. Set Lingkungan Belajar Anda sesuai dengan keinginan bila hal tersebut memungkinkan.

Bila Proses Belajar dilakukan di kelas/ruangan dengan guru/dosen atau tentor, pergunakan  SIKAP   ALFA untuk menyerap informasi dengan maksimal.

III. Pasca Belajar

a. Lakukan senam otak relaksasi (titik positif) untuk merileksasikan tubuh atau bagian-bagian tubuh yang tegang akibat   proses belajar.Anda

b. Pakailah REVIEW 10-24-7-30-6 untuk mempertahankan informasi yang didapat dari proses belajar.

c. Gunakan Teknik Memori untuk menghafal dan menguatkan daya ingat.

d. Perbaiki dan sempurnakan peta konsep yang telah anda buat.

63 tahun Indonesiaku

Logo 63 tahun HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2008 by Yan Arief.

Tema dan Logo HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 tahun 2008 (source: Pusat Pelayanan Informasi Depkominfo)