SUSU + BUBUK PECAHAN PIRING

MELAMINE

Melamine – C3H6N6

Beberapa waktu ini kita diributkan soal campuran melamine dalam susu impor dari Cina.

( “Pakdhe, Kata Bude Laras piringnya dibuat dari melamine juga,  kan ? emangnya kita ini jathilan ?”

Ya melamine merupakan salah satu bahan sitetis (buatan) yang dipakai sebagai bahan dasar plastik. Tetapi di dalam kasus susu ini bukan sekedar di”tambahkan” sebagai pengoplos supaya jumlahnya banyak. Ada akal-akalan dibelakangnya, looh.

Apaan sih Melamine ini ?

Pecah belah melamin

Konon awal mula penemuan melamin dimulai tahun 1907. Waktu itu ketika  Leo Hendrik, ilmuwan kimia asal Belgia, Baekeland, berhasil menemukan bahan buatan, tiruan atau sintetis, yang sekarang dikenal dengan nama plastik. Pada tahun itu hampir semua orang sangat senang dengan produk sitetis atau bahan plastik, karena bentuknya cantik, tahan pecah dan murah dibanding bahan gelas. Penemuan plastik merupakan penemuan bersejarah dalam dunia material sintetis di abad 20.

Mulai saat itulah banyak ember plastik, gayung plastik, gelas plastik, tas plastik. Sampai-sampai ada istilah permak wajah dikenal bedah plastik ) . Tapi tentunya bedah plastik ini bukan menambal hidung dengan ember P

Namun bahan ini diketahui berbahaya karena sering mengandung sisa-sisa formaldehyd yang mudahnya sebut saja sering mengandung formalin. Hadduh kalau denger formalin terus ingat yang ngeri-ngeri deh. Termasuk bakso mengandung formalin.

Itulah sebabnya, kita harus hati-hati menggunakan produk atau bahan dari melamin, termasuk piring, gelas dll. Tapi jangan panik trus piring gelas yang dirumah dibuangin, ya. Konon tidak semuanya beracun, kok. Yang perlu diketahui adalah cara untuk menghindarinya, salah satunya adalah “gunakan bahan plastik/melamine ini hanya untuk makanan dingin“. Ingat makanan panas akan bereaksi dengan plastik, yang mungkin bahan melamin ini akhirnya mengeluarkan bahan berbahaya karena terkena makanan panas tadi.

Salah satu ciri alat makan dari bahan melamin yang buruk (mudah berreaksi) adalah kecemerlangannya yang mudah pudar.

Susu dan protein

Section of a protein structure showing serine and alanine residues linked together by peptide bonds. Carbons are shown in white and hydrogens are omitted for clarity.

Protein

Susu merupakan minuman yang memiliki kandungan protein cukup banyak. Jadi kalau anak-anak kecil pingin pertumbuhannya sempurna harus sering mengkonsumsi protein. Protein diperlukan dalam pembentukan jaringan-jaringan tubuh. Salah satu tubuh yang banyak proteinnya adalah otak. Salah satu sumber protein adalah dari susu.

Tentunya ingat donk, ketika masih kecil sering diminta makan ikan, minum susu, dan juga makan telor. Ya karena disitu banyak protein. Namun jangan lupa tempe juga mengandung protein, looh. Karena kandungan protein dalam kedelai ini cukup besar.

Resonance structures of the peptide bond that links individual amino acids to form a protein polymer.Struktur kimiawi dari protein itu sendiri sangat kompleks. Isinya terutama Carbon, Hydrogen, Oksigen dan Nitrogen.  Struktur ini tentunya dideteksi di laboratorium tidak dengan cara yang mudah. Untuk memastikan kandungan protein dengan cara yang rumit juga.

Identifikasi kandungan protein.

Nah, di laboratorium, pengukuran atau identifikasi termudah atau cara sederhana mengukur berapa jumlah protein yang ada pada sebuah campuran adalah melihat jumlah kandungan Nitrogennya.

Nah ini dia cara ngapusi !

Perusahaan penghasil susu yang nakal banyak memanfaatkan kesulitan atau kompleksitas pengukuran kandungan protein ini. Karena yang dideteksi oleh laboratorium itu kandungan nitrogen, maka dicarilah bahan-bahan yang mengandung nitrogen, untuk mengelabuhi supaya seolah-olah proteinnya tinggi. Blaik !!

Gonjang-ganjing susu produksi dari China saat ini konon karena banyak produk susu yang dicampuri bahan melamine yang banyak mengandung Nitrogen. Tentusaja susu sering menjadi bahan utama dalam pembuatan produk makanan lain, misal permen, ice cream, coklat, keju dll. Sehingga tidak hanya susu saja yang perlu diteliti, tetapi juga produk ikutannya.

Merusak ginjal.

Formalin yang sering timbul karena reaksi bahan melamin ini termasuk bahan pengawet.  Pemanfaatan formalin memang diperlukan sebagai bahan pengawet. Demikian juga melamin, sangat berguna bagi kehidupan. Tidak mudah terus melarang produksi bahan melamin (plastik) ini.

Dalam jumlah sedikit sebenernya kandungan nitrogen di tubuh ini akan digelontor keluar tubuh dengan air. Tetapi dalam jumlah banyak akan menyebabkan gangguan pencernaan serta ginjal. Tentusaja, karena ginjal merupakan “saringan” dalam tubuh kita. Kalau banyak kotoran tentunya saringannya jadi cepet rusak.

( “Jadi produk apa saja yang ngga boleh dimakan pakdhe ?”

D “Wah kalau ini sudah menyangkut merek ya kudu hati-hati thole. Bisa bisa semua anak ngga mau minum susu kan lebih gawat. Kalau mau tahu baca saja dari sumber aslinya yang terpercaya. Jangan sembarang email-email itu di FW, karena bisa-bisa email itu dimodifikasi isinya oleh orang yang ‘iseng’ dan tidak tanggung jawab”

Yang penting kita tahu mengapa permasalahan ini bisa terjadi. Ya itu tadi karena produk susu yang dianggap banyak mengandung protein telah disalah gunakan teknik pendeteksian kandungannya dengan penambahan C3H6N6.

Gambar dari Kompas dan Wiki

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s