Tips Hadapi Ujian Kompre

Ujian skripsi atau yang biasa kita sebut ujian Kompre, terkadang membuat kita takut dan membuat kita nerveous alias grogi. Karena banyak mendengar tentang cerita dari para senior. Yang dosennya galak-lah, dosennya killer-lah, takut sama dosennya karena dosen pengujinya sering marahin temen-temen yang ujian kompre dsb.

Berikut ini adalah salah satu informasi yang mungkin bisa membuat teman-teman lebih tenang dan lebih siap untuk ujian kompre.

1. Percaya Diri
Kuatkan diri dengan kepercayaan bahwa dirinya mampu untuk mempresentasekan gagasan yang tergambar dari skripsi. Ingatlah SEMUA SARJANA PASTILAH MENGALAMI UJIAN SKRIPSI. Mereka lulus maka Anda pastilah juga dapat lulus.

2. Kuasai Isi Skripsi
Semua isi skripsi merupakan luncuran gagasanmu. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kalau isi skripsi juga harus dikuasai dari awal sampai akhir. Berpikirlah sistematis dari latar belakang, masalah, tujuan, sampai pada simpulan. Untuk menguasai isi banyak cara dilakukan, yakni membuat skema, peta pikiran, catatan ringkas, kata kunci, dan pohon konsep.

3. Istirahat yang Cukup
Saat sehari menjelang ujian, cobalah istirahat yang cukup, tidur lebih awal, makan yang bernutrisi, dan tenangkan pikiran agar saat ujian tidak terjadi gangguan. Gangguan yang biasanya muncul adalah lunglai, ngantuk, batuk, dan suara tidak keluar. Gangguan itu biasanya berasal dari kondisi tubuh yang tidak fit.

4. Buatlah Power Point Sederhana
Sebelum ujian, buatlah power point sederhana yang mudah dilihat, dipahami, dan diserap maknanya. Saat ini, ujian skripsi sudah banyak yang menggunakan power point, lalu, mengapa Anda tidak mencobanya? Jauh sebelumnya, buatlah power point dan jangan lupa konsultasikan ke dosen. Berlatihlah di rumah, kos, atau tempat lain tentang cara penggunaan power point Anda.

5. Presentase dengan Tenang
Biasanya, dosen mempersilakan Anda untuk berdoa dahulu lalu menjelaskan isi skripsi secara ringkas sebelum diadakan tanya jawab. Saat tahap menjelaskan, presentaselah dengan tenang, tahap demi tahap, dan sistematis. Keluarkan suara dengan pas. Jangan bertele-telee saat menjelaskan. Jelaskan latar belakangnya, masalah, tujuan, metode penelitian, analisis, dan simpulannya dengan selaras.

6. Jawablah dengan Tepat
Tiada ujian tanpa tanya jawab. jadi, hal yang biasa jika penguji bertanya kepada Anda tentang skripsi. Pertanyaan teknis biasanya berkisar pada ejaan, tatatulis, penomoran, kutipan, kecocokan dengan daftar pustaka. Kemudian, pertanyaan subtansi biasanya berkisar pada kaitan simpulan dengan pembahasan, masalah dengan simpulan, fenomena lain, cara menganalisis, dan cara menyimpulkan. Pertanyaan tambahan biasanya berkaitan dengan isu di seputar judul skripsi. Di samping pertanyaan, dosen penguji biasanya juga akan memberikan saran demi perbaikan. Jika memang saran, terima saja saran yang dimaksud asalkan tidak mengubah total skripsi Anda.

7. Jebakan Pertanyaan Layani saja
Kadang, untuk menukik pada persoalan dan untuk mengetahui kapasitas pembuat skripsi, dosen penguji menjebak dengan pertanyaan yang tidak terduga. Layani saja pertanyaan jebakan itu. Andai tidak mengerti, ya katakan tidak mengerti.

8. Hindari Ucapan Terbata-Bata
Banyak mahasiswa yang berhenti di tengah permainan. Maksudnya, di awal presentase sang mahasiswa lancar berbicara namun selang dua menit suara terbata-bata, gagap, dan berhenti lama. Hindari kejadian itu dengan cara berlatih sebelumnya, jangan terburu-buru, minumlah, tersenyumlah, dan berangkat dari aspek yang mudah diomongkan terlebih dahulu.

9. Jangan Menyimpang
Banyak mahasiswa yang tidak lulus karena presentasenya menyimpang. Isi skripsi justru tidak dijelaskan dan yang dijelaskan malah aspek di luar isi yang tidak berkait. Tetaplah berada pada fokus isi skripsi. Untuk itu, siapkan catatan ringkasnya di dekat Anda.

10. Terimalah Perbaikan dengan Senang Hati
Tidak ada ujian skripsi tanpa perbaikan meskipun itu kecil. Jadi, terimalah saran perbaikan dari dosen penguji dengan gembira. Perbaikan itu tentunya untuk meningkatkan mutu tulisan Anda. jangan marah. Malah, justru Anda berterima kasih kepada dosen penguji atas saran itu. Tnyakan dengan lengkap lingkup perbaikan sehingga akan memudahkan saat revisi nanti.

11. Cepatlah Direvisi
Setelah ujian selesai, cepatlah direvisi skripsi Anda mumpung masih ingat inti perbaikan. Biasanya, semakin lama waktu yang dibuang karena alasan istirahat sehabis ujian, justru semakin lupa akan tugas utama memperbaiki skripsi. Untuk itu, tanpa buang waktu, segeralah merevisi skripsi sesuai dengan yang disarankan dosen penguji saat ujian.

sumber : Suyatno

Semoga informasi ini bermanfaat buat temen-temen semua….

Semoga ujian kalian sukses, lancar dan dapat nilai yang memuaskan. AMIEN……

Iklan

Aku Luluuuus…!!!

Untuk menempuh gelar S2 dalam perguruan tinggi diwajibkan menyelesaikan suatu permasalahan dengan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah yang biasa disebut tesis. Dan kita tidak asing lagi membaca suatu tesis teman yang berwacana “sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magistes Sains pada program Pascasarjana Universitas Andalas”. Dengan kata-kata tersebut kita dibuat demam dan pusing selama beberapa semester, kalao satu semester tidak masalah tetapi beberapa semester yang membuat kita semakin menderita. Hehehehheheh no problem,its ok!. Dalam menyeleseikan ini ada tiga tahapan yang membuat kita tidak bisa tidur dan membuat stres berat, diantara tahapan yang wajib dilalui :

1. Seminar Proposal

Seminar ini hanya menceritakan bagaimana latar belakang dan tujuan skripsi yang akan dibuat. Pada tahapan ini cukup setengah tegang soalnya udah di tanya-tanya’in yang gak karuan kalo gak bisa jawab biasanya dengan jawaban “masih dalam proses pak /buk ?” hehehehhehe jawaban yang kurang tegas!!!. Jumlah SKSnya 1 tapi ‘”seteres”nya 6 SKS..!

2. Seminar Hasil

Proses seminar hasil ini yang berat dan membuat tidak bisa tidur semalaman. Ditambah kondisi fisik tidak memungkinkan, tidak kuat berdiri dihadapan dewan penguji, maklum kena vonis hepatitis B kronis dan baru saja tiga hari menjelang ujian pulang dari rawatan di RS. Bayangin…, megang mouse aja manggaretek. Untunglah kawan satu pembimbing membantu. “Pembantaian” oleh 2 orang Profesor dan 3 orang Doktor berlangsung “suksesss” Banyak kritik dan masukan untuk memperbaiki tesis dari segi pengolahan data dan kaidah penulisan, termasuk data KLB ! (Kejadian Luar Biasa, meminjam istilah salah seorang Doktor penguji…!). Alhamdulillah….dapat nilai A.

3. Seminar Kompre

Ini pentas yang terakhir dari yang paling akhir di depan dewan penguji…. Pada tahap ini benar-benar akan di uji kemampuan dan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah. Bayangkan waktu untuk kompre ini selama 2 jam bahkan lebih loh, selama waktu itu akan dihajar atau di hujamkan beberapa pertanyaan yang membuat kalang kabut dan panik..! itulah seninya seminar kompre. Setelah waktu terlampui……betapa senangnya dan mendapatkan nilai A lagi ,walaupun tidak berpikir bahwa masih banyak revisian, yang penting dah selesai !!! Alhamdulillah……….

Akhirnya…..

Alhamdulillah dengan keridhaan Allah SWT dan atas nama cinta serta kasih sayang yang tak terbatas, kupersembahkan tesis ini :

Kepada Allah ‘azza wa jalla, tiada Tuhan selainNya… Robb semesta alam…

“semoga ini bernilai ibadah”

Kepada Murobbi-murobbi terbaikku… “terima kasih telah kenalkan aku

Pada Robb dan agamaku… Semoga Rahmat Allah kepada kalian”

Ibunda… Dalam derap langkahku ada tetesan keringatmu Dalam cintaku ada doa tulusmu Serasa tidak berarti hidupku tanpa tekad untuk membahagiakanmu. Andai air telaga Al-Kausar yang harum dan lezat itu dapat kuambil, Akan kusuguhkan kepadamu sebagai rasa terima kasihku

Buat Istriku…. “cinta dan kasih sayangmu adalah motivasi dalam hidupku….”

semoga kasih sayang, keikhlasan serta kesabaranmu terus mengalir tanpa Henti dan selalu menjadi pendamping dalam hidupku….”

Kepada Anak-anakku…

Syifa’, Syafiq, Shodiq dan Syaima’…Yang senantiasa menjadi sumber kekuatan dan semangat, Maafkan ayah yang telah merampas sebagian hak-hak kalian, waktu dan kasih sayang kalian saat ayah disibukkan dengan tugas-tugas kuliah …”

Sahabat-Sahabatku seangkatan… Teramat banyak kenangan bersama-sama kalian selarut berlalunya waktu. Hari-hari terasa indah dengan hadirnya canda dan tawa, terima kasih khusus untuk Era, Anis, Des dan Ii (“Gadiz-gadiz 70-an”) atas segala bantuannya menyelesaikan administrasi jelang ujian tesis dan kompreku saat kuterbaring di rumah sakit, moga Allah selalu memudahkan segala urusan kalian….”

Kepada para mujahid dan syuhada’ yang telah menulis sejarah dengan darah’

Kepada para ulama’ yang telah menulis sejarah dengan cinta…. “semoga kita dikumpulkan di surgaNya….”

Ringkasan Penelitian

DEGRADASI SENYAWA 2,4-DICHLOROPHENOXYACETIC ACID DALAM PESTISIDA SIDAMIN® SECARA FOTOLISIS

DENGAN PENAMBAHAN TiO2-ANATASE

Oleh : Abinul Hakim

( Di bawah bimbingan Dr. Safni, M.Eng dan Prof. Dr. Hamzar Suyani, M.Sc.)

Ringkasan

Kemajuan teknologi di bidang pertanian telah membuka peluang yang sangat luas bagi penggunaan pestisida. Akan tetapi penggunaan pestisida yang mengandung bahan aktif tertentu secara terus menerus dan tidak memperhatikan petunjuk serta saran penggunaannya dapat mengancam keselamatan lingkungan karena keberadaan residu dari bahan aktif pestisida yang tertinggal di dalam tanah dan di dalam air dapat berpotensi menghasilkan masalah lingkungan yang serius.

2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid yang lebih dikenal dengan sebutan 2,4-D merupakan salah satu bahan aktif herbisida yang banyak digunakan oleh petani. 2,4-D adalah salah satu herbisida yang sudah cukup lama digunakan di Amerika Serikat dan dibuat selama perang dunia kedua dan menjadi sangat terkenal karena merupakan salah satu bahan dasar Agent Orange yang begitu kontroversial selama Perang Vietnam. Sekarang herbisida dengan bahan aktif 2,4-D sangat banyak beredar di pasaran.

Residu pemakaian pestisida, khususnya 2,4-D yang tidak terkontrol di lahan-lahan pertanian merupakan tekanan yang sangat berat bagi ekosistem lingkungan perairan pantai/laut. Dengan demikian dapat digolongkan sebagai bahan pencemar (polutan) sehingga perlu dipikirkan untuk menanggulangi residu yang berbahaya itu.

Pengolahan limbah secara konvensional telah dilakukan seperti dengan cara pengendapan dan penyerapan dengan karbon aktif atau diproses secara mikrobiologi. Akan tetapi pengolahan limbah dari residu pestisida secara konvensional kurang efektif. Salah satu alternatif dalam menjawab permasalahan tersebut adalah dengan proses oksidasi lanjut (AOPs; Advanced Oxydation Process), dimana fotokatalisis merupakan bagian dari proses tersebut . Penguraian senyawa organik seperti sisa pestisida pada lingkungan dengan penggunaan TiO2 sebagai fotokatalis menarik banyak minat peneliti karena metoda ini memiliki keunggulan antara lain mudah ditangani dan efisiensinya tinggi. Fotokatalisis merupakan suatu proses yang dibantu dengan adanya sinar Ultra Violet (UV) dan material katalis diketahui memiliki banyak keuntungan yang penting, faktanya sejumlah besar senyawa organik di dalam air dapat dioksidasi menjadi mineral yang komplit seperti CO2 dan H2O. Reaksinya relatif tinggi karena area luas permukaan fotokatalis yang digunakan besar. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar efektifitas dan efisiensi fotolisis dengan penambahan TiO2-anatase dapat mendegradasi senyawa 2,4-D.

Metoda fotolisis ini menggunakan lampu UV 10 watt dengan panjang gelombang 365 nm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metoda fotolisis dapat mendegradasi senyawa 2,4-D dengan konsentrasi 20 mg/L sebanyak 12,05 % dengan waktu irradiasi selama 180 menit. Untuk senyawa 2,4-D pada konsentrasi yang sama, waktu irradiasi selama 120 menit dengan penambahan TiO2-anatase sebanyak 0,100 gram tanpa pengadukan terdegradasi sebanyak 80,12 %, dan dengan pengadukan sebanyak 95,42 %.

Untuk penelitian selanjutnya disarankan perlu dilakukan investigasi terhadap produk fotodegradasi sehingga mekanisme fotodegradasi dan absorpsi 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid menggunakan metoda fotolisis dengan penambahan TiO2-anatase benar-benar diketahui (misalnya dengan menggunakan HPLC) dan sebaiknya dalam penambahan TiO2–anatase sebagai katalis tidak dicampurkan ke dalam sampel karena penggunaan TiO2 serbuk dalam cairan berturbulensi tinggi tidak efisien karena dua hal. Pertama, serbuk yang telah terdispersi dalam air sangat sulit diregenerasi; kedua, bila campuran terlalu keruh maka radiasi UV tidak mampu mengaktifkan seluruh partikel fotokatalisis. Disarankan menggunakan lapisan tipis TiO2 pada permukaan gelas dengan teknik proses sol-gel.

(disampaikan pada seminar hasil tanggal 26 Mei 2008)